Sampah anorganik yang tidak dipilah sejak dari sumbernya menjadi salah satu penyumbang utama persoalan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Bandung. Sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung agar pengelolaan sampah dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kelurahan dan bersinergi dengan berbagai pihak, Universitas Teknologi Bandung (UTB) menginisiasi kegiatan pengabdian pendampingan pemilahan sampah anorganik di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu. Kelurahan Cijawura terdiri atas 13 Rukun Warga (RW), dengan RW 13 yang telah mampu mengelola sampahnya secara mandiri dijadikan rujukan praktik baik, sementara 12 RW lainnya menjadi sasaran pendampingan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga 12 RW dalam memilah sampah anorganik dari sumbernya. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), diawali dengan sosialisasi dan edukasi mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya pemilahan, dilanjutkan dengan uji coba pemilahan menggunakan dua kantong sampah (trash bag) khusus sampah anorganik per rumah tangga selama dua minggu, dengan pengumpulan dilakukan oleh mahasiswa pada hari yang telah dijadwalkan di setiap RW. Hingga naskah ini disusun, tahap sosialisasi telah dilaksanakan di seluruh 12 RW sasaran dan uji coba pemilahan sedang berlangsung. Capaian sementara menunjukkan peningkatan pemahaman warga mengenai jenis dan cara memilah sampah anorganik serta kesediaan awal mengikuti jadwal pengumpulan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pendampingan pemilahan sampah berbasis kelurahan yang dapat direplikasi pada RW maupun kelurahan lain di Kota Bandung.
Copyrights © 2026