Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk mempersiapkan murid menghadapi tantangan abad ke-21. Pembelajaran pada materi gelombang di jenjang sekolah menengah pertama masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan murid dalam proses berpikir kritis belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi Labirin dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berbasis STEAM terhadap keterampilan berpikir kritis murid sekolah menengah pertama pada materi gelombang. Metode kuasi eksperimen dengan Desain Kelompok Kontrol Non-ekuivalen digunakan pada 52 murid kelas VIII yang terbagi menjadi kelas eksperimen (26 murid) dan kelas kontrol (26 murid). Instrumen penelitian berupa tes uraian keterampilan berpikir kritis yang disusun berdasarkan indikator Facione. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t sampel independen terhadap skor Gain Ternormalisasi (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan rerata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,671, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,400. Uji-t sampel independen memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kedua kelas. Integrasi Labirin dalam PBM berbasis STEAM terbukti efektif menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid sekolah menengah pertama
Copyrights © 2026