Penguatan entrepreneurial skills siswa sekolah menengah memerlukan pendidikan kewirausahaan yang mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan pengalaman praktik, pendampingan, akses sumber daya, dan jejaring. Kebutuhan tersebut menjadi semakin kompleks dalam konteks sekolah berasrama yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas siswa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan pengembangan inkubator bisnis berbasis sekolah untuk mendukung penguatan entrepreneurial skills siswa SMA Thursina IIBS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri atas pimpinan sekolah, pengelola program, mentor, siswa, dan alumni. Data dianalisis menggunakan Thematic Analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat kebutuhan utama, yaitu: (1) integrasi kurikuler dan tahap Pra-Inkubasi untuk menyetarakan mindset dan kesiapan siswa; (2) sistem mentoring yang terstruktur dan adaptif terhadap keterbatasan waktu lingkungan pesantren; (3) dukungan fasilitas pemasaran dan produksi, pendanaan mikro, serta pendampingan legalitas usaha; dan (4) penguatan ekosistem inovasi melalui Parent Network, keterlibatan alumni dan mitra eksternal, serta mekanisme regenerasi usaha lintas angkatan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan inkubasi bisnis pada sekolah berasrama bersifat multidimensional dan saling terintegrasi, serta menjadi dasar empiris bagi pengembangan model konseptual pada tahap penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026