Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak yang berisiko mengalami kesulitan motorik halus melalui penggunaan media loose parts di TK Negeri 2 Kongbeng. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 5–6 tahun pada Kelompok B1, dengan perhatian khusus pada anak yang teridentifikasi berisiko mengalami kesulitan motorik halus. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian unjuk kerja, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan koordinasi mata dan tangan, kelenturan jari, kekuatan genggaman, ketepatan, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus secara bertahap pada setiap tahap tindakan. Rata-rata capaian perkembangan meningkat dari 49,17% pada prasiklus dengan kategori Mulai Berkembang (MB) menjadi 56,11% pada Siklus I dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan mencapai 85,28% pada Siklus II dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai pada Siklus II. Selain peningkatan keterampilan motorik halus, anak juga menunjukkan peningkatan keaktifan, kepercayaan diri, antusiasme, dan fokus selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media loose parts efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini, khususnya anak yang berisiko mengalami kesulitan motorik halus.
Copyrights © 2026