Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian penting yang menjadi fondasi siswa dalam bertindak, mengambil keputusan, dan mengekspresikan diri, sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian khusus dalam layanan pendidikan, termasuk di wilayah 3T seperti Kecamatan Ponjong. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri dan kebutuhan modul bimbingan klasikal pada siswa SMP Se-Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan instrumen skala kepercayaan diri berdasarkan aspek Lauster (1994) dan angket kebutuhan modul, pada siswa kelas VII dari empat SMP Negeri Se-Kecamatan Ponjong. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan diri siswa didominasi kategori sedang (31%–58%), dengan proporsi kategori rendah yang cukup signifikan (7%–15%); aspek yang paling lemah secara konsisten adalah keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan berpikir rasional dan realistis. Sementara itu, kebutuhan layanan modul BK berada pada kategori sedang hingga tinggi (>88% di seluruh sekolah), menunjukkan urgensi kuat terhadap penyediaan modul bimbingan klasikal berbasis kepercayaan diri. Temuan ini menjadi dasar pertimbangan bagi guru BK dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang intervensi yang relevan dan kontekstual.
Copyrights © 2026