Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah melalui pemberian intervensi aktivitas fisik (brisk walking) pada pasien Diabetes Mellitus di RSUD Menggala Tahun 2025. Prevalensi kejadian DM di Tulang Bawang Barat mencapai 0,93%, sedangkan penanganan DM secara umum mengacu pada lima pilar pengelolaan, yaitu edukasi, aktivitas fisik, pola makan, pemantauan gula darah mandiri, dan konsumsi obat antidiabetes. Salah satu aktivitas fisik yang dapat memperbaiki kontrol glikemik pasien DM adalah brisk walking. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang berfokus pada tindakan brisk walking. Asuhan keperawatan dilakukan pada bulan April 2025 di RSUD Menggala terhadap dua pasien DM tipe 2. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik dengan format pengkajian Keperawatan Medikal Bedah (KMB), serta memperhatikan prinsip etika keperawatan. Hasil menunjukkan kedua pasien diberikan intervensi brisk walking berdasarkan diagnosis keperawatan utama ketidakseimbangan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada kedua pasien, dari 240 mg/dL menjadi 221 mg/dL pada pasien 1 dan dari 243 mg/dL menjadi 209 mg/dL pada pasien 2, disertai peningkatan pemahaman pasien dalam melakukan brisk walking secara mandiri. Kesimpulan penelitian ini adalah brisk walking efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan mandiri di rumah sakit maupun di rumah.
Copyrights © 2026