Film merupakan media komunikasi massa yang mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, termasuk dinamika komunikasi keluarga. Film Perayaan Mati Rasa menampilkan hubungan ayah, ibu, Ian, dan Uta yang diwarnai kepedulian, konflik, dukungan emosional, kehilangan, serta proses penerimaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi komunikasi keluarga dalam film Perayaan Mati Rasa melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap film, dokumentasi berupa tangkapan layar dan dialog adegan, serta studi kepustakaan. Unit analisis terdiri atas 15 adegan yang mengandung komunikasi keluarga. Data dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga direpresentasikan melalui komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik yang memuat nilai kepedulian, keterbukaan, dukungan emosional, kebersamaan, cinta, kasih sayang, serta penyelesaian konflik. Pada tingkat mitos, film membangun pemahaman bahwa keluarga merupakan ruang utama untuk memperoleh dukungan emosional, komunikasi jujur menjadi fondasi keharmonisan, dan kehilangan tidak memutus ikatan emosional karena kenangan serta nilai keluarga tetap diwariskan. Dengan demikian, film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga medium representasi nilai komunikasi keluarga.
Copyrights © 2026