Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perjuangan ayah dalam mendidik anak yang ditampilkan dalam film Panggil Aku Ayah dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan unit analisis berupa lima storysceneyang merepresentasikan aspek perubahan dan pertumbuhan, perlindungan, kasih sayang dan perhatian, pengorbanan, serta pendidikan dan bimbingan. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap film dan dokumentasi berupa tangkapan layar serta dialog pada adegan yang dipilih. Analisis data dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, yang selanjutnya dikaitkan dengan konsep fatherhood yang dikemukakan oleh Michael E. Lamb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Kang Dedi sebagai ayah nonbiologis direpresentasikan melalui proses membangun dan mengembangkan hubungan dengan Intan, tindakan perlindungan, pemberian perhatian terhadap kebutuhan dan keberadaan anak, pengorbanan kepentingan pribadi, serta dukungan terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Pada tingkat denotasi, perjuangan tersebut ditampilkan melalui tindakan dan perilaku konkret Kang Dedi dalam menjalankan perannya sebagai ayah. Pada tingkat konotasi, tindakan tersebut merepresentasikan nilai kepedulian, kasih sayang, keberanian, pengorbanan, dan tanggung jawab. Sementara itu, pada tingkat mitos, film Panggil Aku Ayah membangun konstruksi makna bahwa peran ayah tidak semata-mata ditentukan oleh hubungan biologis, tetapi oleh keterlibatan emosional, ketersediaan dalam kehidupan anak, serta tanggung jawab yang diwujudkan secara konsisten. Dengan demikian, film ini merepresentasikan fatherhood sebagai peran sosial dan emosional yang terbentuk melalui proses pengasuhan, perlindungan, pendidikan, dan kehadiran nyata dalam kehidupan anak.
Copyrights © 2026