Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia

Gagasan Hole in the Wall dari Sugata Mitra dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Mandiri Berbasis Artificial Intelligence

Zaenal Abidin (STAI Sadra)
Syaiful Dinata (Man 1 Pekanbaru)
Veni Sofia (UIN Sumatera Utara)
M. Rizkoni Salis (Politeknik Negeri Ambon)
Erwinsyah Satria (Universitas Bung Hatta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan perubahan dalam lingkungan pembelajaran, khususnya dalam cara peserta didik mengakses, mengeksplorasi, dan membangun pengetahuan. Kondisi tersebut memiliki relevansi dengan gagasan Hole in the Wall yang dikembangkan oleh Sugata Mitra, yang menekankan pentingnya akses terhadap teknologi, rasa ingin tahu, eksplorasi, interaksi, dan kemandirian dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi gagasan Hole in the Wall terhadap perkembangan pembelajaran mandiri berbasis kecerdasan buatan pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan gagasan Hole in the Wall, pembelajaran mandiri, regulasi diri, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, serta perubahan peran pendidik. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis terhadap konsep serta temuan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat kesinambungan konseptual antara gagasan Hole in the Wall dan pembelajaran mandiri berbasis AI, terutama dalam pemberian ruang bagi peserta didik untuk mengakses pengetahuan, mengembangkan rasa ingin tahu, melakukan eksplorasi, dan mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran. AI memperluas konsep tersebut melalui kemampuan interaksi yang memungkinkan peserta didik memperoleh penjelasan, umpan balik, dan alternatif perspektif secara lebih dinamis. Namun, pemanfaatan AI secara efektif membutuhkan kemampuan regulasi diri, literasi digital, berpikir kritis, dan pendampingan pendidik. Pada jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, penerapan AI perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, AI lebih tepat diposisikan sebagai sarana penguat pembelajaran mandiri daripada sebagai pengganti pendidik atau proses berpikir peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa relevansi gagasan Hole in the Wall pada era AI terletak pada prinsip pemberian ruang kepada peserta didik untuk mengeksplorasi dan membangun pengetahuan secara aktif, kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

judikdas

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Other

Description

JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian yang orisinil dan memuat isu-isu terkini di bidang pendidikan dasar dengan kualitas terbaik yang meliputi Manajemen pendidikan, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Alat dan ...