Background: Patient identity discrepancies such as variations in name spelling, the use of nicknames, or inconsistencies with civil registry documents can increase the risk of medical record number duplication, thereby affecting data quality and the continuity of healthcare services. One preventive measure is to raise public awareness regarding the importance of maintaining accurate and consistent patient identity records. Purpose: To educate the public on the use of accurate, complete, and consistent identity information to prevent medical record duplication. Method: A community outreach activity was conducted in Sinar Mulya Village, Banyumas District, Pringsewu Regency, Lampung Province, in January 2026. The activity took the form of an interactive educational session. Thirty-three residents meeting the inclusion criteria participated as respondents. Evaluation was conducted qualitatively by observing participant engagement during the session and their responses during the discussion and Q&A segments, serving as indicators of their involvement and understanding of the material presented. Results: The results indicate that participants understood the importance of using identity information that matches official documents when accessing healthcare services. Regarding knowledge, respondents gained an understanding of medical records, the concept of medical record number duplication, the consequences of medical record errors, and identity verification procedures in medical record administration. In terms of attitude, respondents gained insight into the importance of maintaining identity consistency with official documents, adhering to administrative data procedures at healthcare facilities, and preventing identity discrepancies to ensure high-quality medical record data. Conclusion: Community outreach activities focused on educating the public about maintaining accurate patient identity records have provided valuable insights regarding the importance of using identification that matches official documents when accessing healthcare services. These educational efforts have also fostered public awareness regarding the prevention of identity discrepancies—which can lead to duplicate medical record numbers and compromise the continuity of care. Suggestion: The public is encouraged to consistently maintain accurate patient identity information to help ensure the quality of medical record data. This educational initiative is intended to serve as a starting point and should be implemented on an ongoing basis, involving village authorities and healthcare facilities. Keywords: Administrative accuracy; Healthcare service quality; Medical records; Patient data duplication Pendahuluan: Ketidaksesuaian identitas pasien, seperti perbedaan penulisan nama, penggunaan nama panggilan, atau ketidaksesuaian data pada dokumen kependudukan, dapat meningkatkan risiko terjadinya duplikasi nomor rekam medis yang berdampak pada kualitas data rekam medis dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi identitas pasien. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan identitas yang akurat, lengkap, dan konsisten sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026. Kegiatan ini merupakan penyuluhan interaktif. Mendapatkan 33 warga masyarakat yang sesuai kriteria untuk menjadi responden. Evaluasi kegiatan, yang dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama pemberian edukasi berlangsung serta respons peserta pada sesi diskusi dan tanya jawab sebagai indikator keterlibatan dan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil: Menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya penggunaan identitas sesuai dokumen resmi ketika mengakses pelayanan kesehatan. Dalam aspek pengetahuan responden mendapatkan pengetahuan tentang pengertian rekam medis, pengertian duplikasi nomor rekam medis, dampak dari kesalahan rekam medis, dan langkah-langkah verifikasi identitas pada administrasi rekam medis. Sedangkan dalam aspek sikap responden mendapatkan gambaran untuk menjaga identitas yang sesuai dokumen resmi, tertib data administrasi sesuai prosedur di setiap pelayanan kesehatan, dan mencegah ketidaksesuaian identitas terhadap kualitas data rekam medis. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan identitas yang sesuai dengan dokumen resmi saat mengakses pelayanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya ketidaksesuaian identitas yang berpotensi menyebabkan duplikasi nomor rekam medis dan berdampak pada kesinambungan pelayanan kesehatan. Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku tertib administrasi identitas pasien sebagai upaya menjaga kualitas data rekam medis. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026