Risna Gizha Aulia
Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN DI POLI SYARAF RSUD KABUPATEN PRINGSEWU Iwan Tri Bowo; Arfan Syahroni; Fely Dany Prasetya; Risna Gizha Aulia; Itsnna Rachma Yustika; Retno Muthia Uswatun Hasanah; Diah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif Dengan melibatkan 20 responden. Hasil penelitian menunjukan rata-rata waktu tunggu pasien tercatat selama 153 menit dari jumlah 20 responden mayoritas pasien mengalami waktu tunggu lebih dari 2 jam, dengan pengecualian satu responden yang hanya menunggu selama 1:29 jam (89 menit). Analisis waktu tunggu yang lama ini mengindikasikan adanya beberapa masalah dalam alur kerja dan efisiensi pelayanan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan hasil analisis beberapa rekomendasi untuk mengurangi waktu tunggu pasien di Poli Syaraf RSUD Kabupaten. Dengan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan, diharapkan waktu tunggu dapat dikurangi menjadi kurang dari 60 menit, sehingga meningkatkan kepuasan dan kualitas pelayanan kepada pasien
ANALISIS WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN DI POLI SYARAF RSUD KABUPATEN PRINGSEWU Iwan Tri Bowo; Arfan Syahroni; Fely Dany Prasetya; Risna Gizha Aulia; Itsnna Rachma Yustika; Retno Muthia Uswatun Hasanah; Diah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif Dengan melibatkan 20 responden. Hasil penelitian menunjukan rata-rata waktu tunggu pasien tercatat selama 153 menit dari jumlah 20 responden mayoritas pasien mengalami waktu tunggu lebih dari 2 jam, dengan pengecualian satu responden yang hanya menunggu selama 1:29 jam (89 menit). Analisis waktu tunggu yang lama ini mengindikasikan adanya beberapa masalah dalam alur kerja dan efisiensi pelayanan di Poli Syaraf RSUD Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan hasil analisis beberapa rekomendasi untuk mengurangi waktu tunggu pasien di Poli Syaraf RSUD Kabupaten. Dengan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan, diharapkan waktu tunggu dapat dikurangi menjadi kurang dari 60 menit, sehingga meningkatkan kepuasan dan kualitas pelayanan kepada pasien
Optimalisasi Pemanfaatan Jagung Lokal Melalui Inovasi Nuget Berbasis Tepung Mocaf Arohman; Afifah Nabila Putri; Nike Fadzila Putri; Nur Desti Setiawati; Mutiara Gaesani; Maulana Muhammad Fajri; Evita Srirahma; Sinta; Risna Gizha Aulia; Hikmah Kurnia Siwi; Adinda Nur Anisa; Amar Setiawan; Angel Devita Silvi; Ibnu Fajar Nurfikry; Mei Putri Wulandari; Arjun Alamsyah; Bagus Primadya Laksana
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1037

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki potensi besar di wilayah perdesaan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah. Permasalahan tersebut juga ditemui di Desa Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, di mana jagung umumnya dijual dalam bentuk pipilan kering tanpa pengolahan lanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan jagung lokal melalui inovasi produk nugget berbasis tepung mocaf sebagai alternatif pangan olahan bernilai tambah. Metode yang digunakan meliputi pembuatan nugget jagung–mocaf secara partisipatif melalui kolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pengamatan terhadap hasil produk dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nugget jagung–mocaf dapat diproduksi menggunakan peralatan sederhana, memiliki tekstur dan cita rasa yang dapat diterima masyarakat, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha pangan berbasis bahan lokal. Estimasi kandungan gizi berdasarkan data literatur menunjukkan bahwa produk berpotensi menjadi sumber energi dan serat pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah jagung lokal dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis Lienda Wati; Hadi Kurniawan; Risna Gizha Aulia
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4016

Abstract

Background: Patient identity discrepancies such as variations in name spelling, the use of nicknames, or inconsistencies with civil registry documents can increase the risk of medical record number duplication, thereby affecting data quality and the continuity of healthcare services. One preventive measure is to raise public awareness regarding the importance of maintaining accurate and consistent patient identity records. Purpose: To educate the public on the use of accurate, complete, and consistent identity information to prevent medical record duplication. Method: A community outreach activity was conducted in Sinar Mulya Village, Banyumas District, Pringsewu Regency, Lampung Province, in January 2026. The activity took the form of an interactive educational session. Thirty-three residents meeting the inclusion criteria participated as respondents. Evaluation was conducted qualitatively by observing participant engagement during the session and their responses during the discussion and Q&A segments, serving as indicators of their involvement and understanding of the material presented. Results: The results indicate that participants understood the importance of using identity information that matches official documents when accessing healthcare services. Regarding knowledge, respondents gained an understanding of medical records, the concept of medical record number duplication, the consequences of medical record errors, and identity verification procedures in medical record administration. In terms of attitude, respondents gained insight into the importance of maintaining identity consistency with official documents, adhering to administrative data procedures at healthcare facilities, and preventing identity discrepancies to ensure high-quality medical record data. Conclusion: Community outreach activities focused on educating the public about maintaining accurate patient identity records have provided valuable insights regarding the importance of using identification that matches official documents when accessing healthcare services. These educational efforts have also fostered public awareness regarding the prevention of identity discrepancies—which can lead to duplicate medical record numbers and compromise the continuity of care. Suggestion: The public is encouraged to consistently maintain accurate patient identity information to help ensure the quality of medical record data. This educational initiative is intended to serve as a starting point and should be implemented on an ongoing basis, involving village authorities and healthcare facilities.   Keywords: Administrative accuracy; Healthcare service quality; Medical records; Patient data duplication   Pendahuluan: Ketidaksesuaian identitas pasien, seperti perbedaan penulisan nama, penggunaan nama panggilan, atau ketidaksesuaian data pada dokumen kependudukan, dapat meningkatkan risiko terjadinya duplikasi nomor rekam medis yang berdampak pada kualitas data rekam medis dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi identitas pasien. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan identitas yang akurat, lengkap, dan konsisten sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026. Kegiatan ini merupakan penyuluhan interaktif. Mendapatkan 33 warga masyarakat yang sesuai kriteria untuk menjadi responden. Evaluasi kegiatan, yang dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama pemberian edukasi berlangsung serta respons peserta pada sesi diskusi dan tanya jawab sebagai indikator keterlibatan dan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil: Menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya penggunaan identitas sesuai dokumen resmi ketika mengakses pelayanan kesehatan. Dalam aspek pengetahuan responden mendapatkan pengetahuan tentang pengertian rekam medis, pengertian duplikasi nomor rekam medis, dampak dari kesalahan rekam medis, dan langkah-langkah verifikasi identitas pada administrasi rekam medis. Sedangkan dalam aspek sikap responden mendapatkan gambaran untuk menjaga identitas yang sesuai dokumen resmi, tertib data administrasi sesuai prosedur di setiap pelayanan kesehatan, dan mencegah ketidaksesuaian identitas terhadap kualitas data rekam medis. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan identitas yang sesuai dengan dokumen resmi saat mengakses pelayanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya ketidaksesuaian identitas yang berpotensi menyebabkan duplikasi nomor rekam medis dan berdampak pada kesinambungan pelayanan kesehatan. Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku tertib administrasi identitas pasien sebagai upaya menjaga kualitas data rekam medis. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.