Lienda Wati
Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANCANGAN USER INTERFACE SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS RAWAT INAP KLINIK PKU MUHAMMADIYAH PRINGSEWU Prilian Ayu Minarni; Lienda Wati; Baskoro Baskoro
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2424

Abstract

Pencatatan data pasien sangat potensial untuk diintegrasikan dengan teknologi informasi, bidang kesehatan menjadi salah satu sektor penting yang sedang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Rekam Medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam Medis Elektronik adalah Rekam Medis yang dibuat dengan menggunakan sistem elektronik yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan Rekam Medis. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang sistem informasi rekam medis klinik menggunakan aplikasi figma. Figma adalah editor web dan alat pembuatan prototype yang dapat diakses secara online melalui browser. Aplikasi Figma dapat mempermudah pekerjaan merancang user interface. Hasil penelitian ini adalah Rancangan user interface (UI) sistem informasi rekam medis rawat inap klinik PKU Muhammadiyah Pringsewu sebagai tahapan awal pembangunan sistem informasi. Pemanfaatan aplikasi figma dalam perancangan UI sangat membantu karena fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut mudah untuk diaplikasikan dan sangat interaktif bahkan prototype dari sistem informasi yang akan dibangun ini dapat dibuat di aplikasi figma ini.
STRATEGI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK Lienda Wati; Arfan Syahroni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama Sumber Daya Manusia (SDM) baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan dalam menjaga akurasi data RME serta merumuskan strategi pelatihan dan SDM yang tepat di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 6 responden dari tiga profesi (dokter, perawat, dan perekam medis), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 10 responden dari lima profesi (dokter, perawat, IT, perekam medis, dan staf diklat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi, human error, minimnya pelatihan teknis yang terstruktur, serta belum optimalnya sistem RME di rumah sakit menjadi tantangan utama dalam menjaga akurasi data.
PERANCANGAN USER INTERFACE SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS RAWAT INAP KLINIK PKU MUHAMMADIYAH PRINGSEWU Prilian Ayu Minarni; Lienda Wati; Baskoro Baskoro
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2424

Abstract

Pencatatan data pasien sangat potensial untuk diintegrasikan dengan teknologi informasi, bidang kesehatan menjadi salah satu sektor penting yang sedang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Rekam Medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam Medis Elektronik adalah Rekam Medis yang dibuat dengan menggunakan sistem elektronik yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan Rekam Medis. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang sistem informasi rekam medis klinik menggunakan aplikasi figma. Figma adalah editor web dan alat pembuatan prototype yang dapat diakses secara online melalui browser. Aplikasi Figma dapat mempermudah pekerjaan merancang user interface. Hasil penelitian ini adalah Rancangan user interface (UI) sistem informasi rekam medis rawat inap klinik PKU Muhammadiyah Pringsewu sebagai tahapan awal pembangunan sistem informasi. Pemanfaatan aplikasi figma dalam perancangan UI sangat membantu karena fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut mudah untuk diaplikasikan dan sangat interaktif bahkan prototype dari sistem informasi yang akan dibangun ini dapat dibuat di aplikasi figma ini.
STRATEGI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK Lienda Wati; Arfan Syahroni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan utama Sumber Daya Manusia (SDM) baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan dalam menjaga akurasi data RME serta merumuskan strategi pelatihan dan SDM yang tepat di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 6 responden dari tiga profesi (dokter, perawat, dan perekam medis), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 10 responden dari lima profesi (dokter, perawat, IT, perekam medis, dan staf diklat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi, human error, minimnya pelatihan teknis yang terstruktur, serta belum optimalnya sistem RME di rumah sakit menjadi tantangan utama dalam menjaga akurasi data.
MANFAAT REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP MANAJEMEN KINERJA PEREKAM MEDIS Lienda Wati; Khanza Almay Chalista
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3415

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi manfaat RME terhadap manajemen kinerja perekam medis yang telah menerapkan sistem RME sejak tahun 2020. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode cross-sectional, kemudian data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap petugas rekam medis pada Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi RME membawa perubahan pada alur kerja terutama dalam pencatatan dan pengelolaan data yang saat ini lebih cepat, terstruktur dan mudah ditelusuri. RME juga dapat meningkatkan kelengkapan data, mengurangi kesalahan koding. dan membantu dalam supervisi. Meskipun demikian,tantangan masih muncul terutama pada migrasi data yang belum selesai
Edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis Lienda Wati; Hadi Kurniawan; Risna Gizha Aulia
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 6 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i6.4016

Abstract

Background: Patient identity discrepancies such as variations in name spelling, the use of nicknames, or inconsistencies with civil registry documents can increase the risk of medical record number duplication, thereby affecting data quality and the continuity of healthcare services. One preventive measure is to raise public awareness regarding the importance of maintaining accurate and consistent patient identity records. Purpose: To educate the public on the use of accurate, complete, and consistent identity information to prevent medical record duplication. Method: A community outreach activity was conducted in Sinar Mulya Village, Banyumas District, Pringsewu Regency, Lampung Province, in January 2026. The activity took the form of an interactive educational session. Thirty-three residents meeting the inclusion criteria participated as respondents. Evaluation was conducted qualitatively by observing participant engagement during the session and their responses during the discussion and Q&A segments, serving as indicators of their involvement and understanding of the material presented. Results: The results indicate that participants understood the importance of using identity information that matches official documents when accessing healthcare services. Regarding knowledge, respondents gained an understanding of medical records, the concept of medical record number duplication, the consequences of medical record errors, and identity verification procedures in medical record administration. In terms of attitude, respondents gained insight into the importance of maintaining identity consistency with official documents, adhering to administrative data procedures at healthcare facilities, and preventing identity discrepancies to ensure high-quality medical record data. Conclusion: Community outreach activities focused on educating the public about maintaining accurate patient identity records have provided valuable insights regarding the importance of using identification that matches official documents when accessing healthcare services. These educational efforts have also fostered public awareness regarding the prevention of identity discrepancies—which can lead to duplicate medical record numbers and compromise the continuity of care. Suggestion: The public is encouraged to consistently maintain accurate patient identity information to help ensure the quality of medical record data. This educational initiative is intended to serve as a starting point and should be implemented on an ongoing basis, involving village authorities and healthcare facilities.   Keywords: Administrative accuracy; Healthcare service quality; Medical records; Patient data duplication   Pendahuluan: Ketidaksesuaian identitas pasien, seperti perbedaan penulisan nama, penggunaan nama panggilan, atau ketidaksesuaian data pada dokumen kependudukan, dapat meningkatkan risiko terjadinya duplikasi nomor rekam medis yang berdampak pada kualitas data rekam medis dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi identitas pasien. Tujuan: Untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan identitas yang akurat, lengkap, dan konsisten sebagai upaya mencegah duplikasi rekam medis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026. Kegiatan ini merupakan penyuluhan interaktif. Mendapatkan 33 warga masyarakat yang sesuai kriteria untuk menjadi responden. Evaluasi kegiatan, yang dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama pemberian edukasi berlangsung serta respons peserta pada sesi diskusi dan tanya jawab sebagai indikator keterlibatan dan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil: Menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya penggunaan identitas sesuai dokumen resmi ketika mengakses pelayanan kesehatan. Dalam aspek pengetahuan responden mendapatkan pengetahuan tentang pengertian rekam medis, pengertian duplikasi nomor rekam medis, dampak dari kesalahan rekam medis, dan langkah-langkah verifikasi identitas pada administrasi rekam medis. Sedangkan dalam aspek sikap responden mendapatkan gambaran untuk menjaga identitas yang sesuai dokumen resmi, tertib data administrasi sesuai prosedur di setiap pelayanan kesehatan, dan mencegah ketidaksesuaian identitas terhadap kualitas data rekam medis. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi tertib administrasi tentang identitas pasien memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan identitas yang sesuai dengan dokumen resmi saat mengakses pelayanan kesehatan. Kegiatan edukasi ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya ketidaksesuaian identitas yang berpotensi menyebabkan duplikasi nomor rekam medis dan berdampak pada kesinambungan pelayanan kesehatan. Saran: Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku tertib administrasi identitas pasien sebagai upaya menjaga kualitas data rekam medis. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.