Teachers play a crucial role in fostering meaningful learning, yet empirical studies investigating teachers' pedagogical competencies in implementing meaningful learning within local language subjects remain limited. This study aims to analyze the pedagogical competencies of a Javanese language teacher in executing meaningful learning on the topic of unggah-ungguh basa (Javanese speech levels) at SMA Negeri 1 Pamotan, Rembang Regency. This study employed a descriptive qualitative approach. The research subjects were selected using a purposive sampling technique, involving one tenth-grade Javanese language teacher and 36 tenth-grade students as learning participants. Data collection techniques included direct classroom observation, instructional video documentation, and teaching module document analysis. The research instruments were structured based on Ausubel's meaningful learning theory and modern pedagogical assessment frameworks. The findings reveal that the teacher's capability in implementing meaningful learning achieved a "very good" category, with an average score of 3.85 out of a 4.00 scale. The teacher consistently connected new instructional materials to students' prior knowledge, prioritized conceptual comprehension over rote memorization, contextualized linguistic etiquette within daily life, facilitated dialogic peer interactions, and executed reflective formative assessments. However, the teacher's competence in delivering probing questions based on higher-order thinking skills (HOTS) requires further enrichment. Overall, the Javanese language teacher demonstrated proficient pedagogical competencies in establishing meaningful learning that promotes student engagement and sociolinguistic etiquette. ABSTRAK Guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran bermakna, sementara kajian tentang kemampuan pedagogis guru terkait implementasi pembelajaran bermakna pada muatan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pedagogis guru Bahasa Jawa dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna pada materi unggah-ungguh basa di SMA Negeri 1 Pamotan, Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas 1 orang guru Bahasa Jawa kelas X dan 36 peserta didik kelas X-E sebagai partisipan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, perekaman dokumentasi video, dan telaah dokumen modul ajar. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan teori meaningful learning Ausubel dan prinsip asesmen pedagogis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 3,85 dari skala 4,00. Guru secara konsisten mampu mengaitkan materi baru dengan pengetahuan awal siswa, mendorong pemahaman konsep tanpa hafalan mekanis, mengontekstualisasikan kaidah bahasa dengan realitas pergaulan sehari-hari, memfasilitasi interaksi dialogis, serta melaksanakan asesmen formatif reflektif. Namun demikian, keterampilan guru dalam merumuskan pertanyaan pelacak berbasis higher-order thinking skills (HOTS) yang menantang pemikiran kritis mendalam masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, guru Bahasa Jawa telah menguasai kompetensi pedagogis pembelajaran bermakna yang adaptif dalam mendukung internalisasi nilai kesantunan berbahasa.
Copyrights © 2026