Fitriyah Fitriyah
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Desain alat praktikum pembiasan cahaya untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa Fitriyah Fitriyah; Imam Sumpono; Bambang Subali
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 4, No 2: October 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.507 KB) | DOI: 10.21831/jipi.v4i2.20703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain alat praktikum pembiasan cahaya yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, mengetahui respon siswa terhadap alat praktikum pembaisan cahaya, dan mengetahui pengaruh penggunaan alat praktikum pembiasan cahaya terhadap kemampuan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R D). Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 di MAN 2 Rembang. Sampel yang digunakan adalah dua kelas, yaitu XI MIA 2 (kelas eksperimen) dan XI MIA 3 (kelas kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Hasil uji kelayakan oleh ahli memperoleh nilai sebesar 97,5% yang berarti alat tersebut layak digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan berdasarkan tanggapan siswa yaitu sebesar 90,63% siswa setuju bahwa alat ini efektif digunakan saat pembelajaran. Berdasarkan hasil posttest yang lebih besar dibanding pretest menunjukkan bahwa alat tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pengembangan alat yang meliputi bahan yang digunakan, desain alat, sumber cahaya, busur dan teknis penggunaan alat, (2) siswa memberikan respon positif terhadap alat praktikum pembiasan cahaya dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan alat praktikum pembiasan cahaya terhadap kemampuan pemechan masalah siswa. Desaign of refraction of light practical tools to help increase the problem solving ability of students AbstractThis research aimed to develop refraction of light practical tools that can increase the to increase problem solving ability of students, to find out the student's response to the light mixing practicum tool, and to find out the influence of refraction of light practical tool to increase problem-solving abilities. The type of this research is research and development (R D). This research was conducted in the even semester of the academic year 2017/2018 at MAN 2 Rembang. The sample used was two classes, namely XI MIA 2 (experimental class) and XI MIA 3 (control class). Sampling technique using a purposive sampling technique. The design used in this research was quasi experimental design. The result of feasibility test by expert get value equal to 97,5% which means the tool is suitable for learning process. In addition, based on the responses of students of 90.63% of students agreed that this tool effectively used during learning process. Based on a posttest results greater than the pretest indicated that the tool can increase the problem solving ability of students. It can be seen from a posttest results greater than the pretest. This research resulted in: (1) the development of tools that covers materials used, tools design, arc, light source, and technical use of the tools, (2) the students give a positive response to refraction of light practical tools and (3) there is a significant influence on the use of refraction of light practical tools against the problem solving ability of the students.
Implementasi PAUD Holistik Integratif dalam Upaya Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul Fitriyah Fitriyah; Ali Formen; Tri Suminar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) harus meninjau ke dalam 5 aspek yang meliputi layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan. Ke lima pilar ini dapat terwujud secara optimal dengan dukungan berbagai pihak mulai dari keluarga, masyarakat, satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan pemerintah. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui peran penting implementasi PAUD HI dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sejak dini. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Holistik Integratif sangat diperlukan sebagai upaya penguatan Sumber Daya Manusia unggul menuju Indonesia emas 2045. Implikasi dari penelitian ini dapat memberi pemahaman kepada banyak pihak terkait pentingnya pengarahan tumbuh kembang anak usia dini.
KEMAMPUAN GURU BAHASA JAWA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA DI SMA NEGERI 1 PAMOTAN KABUPATEN REMBANG Fitriyah Fitriyah; Mujimin Mujimin; Ucik Fuadhiyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13374

Abstract

Teachers play a crucial role in fostering meaningful learning, yet empirical studies investigating teachers' pedagogical competencies in implementing meaningful learning within local language subjects remain limited. This study aims to analyze the pedagogical competencies of a Javanese language teacher in executing meaningful learning on the topic of unggah-ungguh basa (Javanese speech levels) at SMA Negeri 1 Pamotan, Rembang Regency. This study employed a descriptive qualitative approach. The research subjects were selected using a purposive sampling technique, involving one tenth-grade Javanese language teacher and 36 tenth-grade students as learning participants. Data collection techniques included direct classroom observation, instructional video documentation, and teaching module document analysis. The research instruments were structured based on Ausubel's meaningful learning theory and modern pedagogical assessment frameworks. The findings reveal that the teacher's capability in implementing meaningful learning achieved a "very good" category, with an average score of 3.85 out of a 4.00 scale. The teacher consistently connected new instructional materials to students' prior knowledge, prioritized conceptual comprehension over rote memorization, contextualized linguistic etiquette within daily life, facilitated dialogic peer interactions, and executed reflective formative assessments. However, the teacher's competence in delivering probing questions based on higher-order thinking skills (HOTS) requires further enrichment. Overall, the Javanese language teacher demonstrated proficient pedagogical competencies in establishing meaningful learning that promotes student engagement and sociolinguistic etiquette. ABSTRAK Guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran bermakna, sementara kajian tentang kemampuan pedagogis guru terkait implementasi pembelajaran bermakna pada muatan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pedagogis guru Bahasa Jawa dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna pada materi unggah-ungguh basa di SMA Negeri 1 Pamotan, Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas 1 orang guru Bahasa Jawa kelas X dan 36 peserta didik kelas X-E sebagai partisipan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, perekaman dokumentasi video, dan telaah dokumen modul ajar. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan teori meaningful learning Ausubel dan prinsip asesmen pedagogis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran bermakna berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 3,85 dari skala 4,00. Guru secara konsisten mampu mengaitkan materi baru dengan pengetahuan awal siswa, mendorong pemahaman konsep tanpa hafalan mekanis, mengontekstualisasikan kaidah bahasa dengan realitas pergaulan sehari-hari, memfasilitasi interaksi dialogis, serta melaksanakan asesmen formatif reflektif. Namun demikian, keterampilan guru dalam merumuskan pertanyaan pelacak berbasis higher-order thinking skills (HOTS) yang menantang pemikiran kritis mendalam masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, guru Bahasa Jawa telah menguasai kompetensi pedagogis pembelajaran bermakna yang adaptif dalam mendukung internalisasi nilai kesantunan berbahasa.