Konsumsi makanan cepat saji di kalangan mahasiswa kos menjadi perhatian karena tingginya konsumsi tidak selalu sejalan dengan pengetahuan mengenai risiko kesehatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap pengetahuan risiko kesehatan pada 31 mahasiswa kos. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat konsumsi makanan cepat saji dan pengetahuan mengenai risiko kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan pengetahuan risiko kesehatan, dengan nilai signifikansi 0,484 dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,131 yang menunjukkan hubungan sangat lemah. Nilai Adjusted R Square yang negatif menunjukkan bahwa model tidak mampu menjelaskan variasi pengetahuan secara memadai. Hasil ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor psikologis, sosial, dan ekonomi dalam upaya meningkatkan perilaku makan sehat mahasiswa kos.
Copyrights © 2026