Perkembangan Chatbot berbasis kecerdasan buatan (Chatbot AI) telah mengubah cara siswa dan guru berinteraksi dengan teknologi dalam konteks pembelajaran. Meskipun demikian, pemahaman tentang siswa dan guru memaknai pengalaman menggunakan teknologi ini dalam tugas proyek masih terbatas, khususnya di jenjang sekolah menengah atas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap pengalaman menggunakan Chatbot AI sebelum, saat, dan sesudah pengerjaan tugas proyek, serta persepsi guru terhadap peran mereka dalam mendampingi siswa yang menggunakan teknologi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif. Partisipan terdiri atas delapan siswa dan dua guru yang dipilih secara purposif di SMA Brawijaya Smart School Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan kerangka Three-Dimensional Space Narrative Structure dengan dukungan perangkat lunak NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengadopsi Chatbot AI dengan pola yang beragam, mulai dari penggunaan terbatas hingga integrasi multi-platform. Penelitian ini menemukan adanya spektrum ketergantungan yang bervariasi beserta strategi verifikasi yang berbeda. Guru menerapkan strategi pedagogi yang menekankan pendekatan etis dan kreatif dalam mengintegrasikan AI. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengembangan literasi AI kritis dan panduan penggunaan AI yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah menengah.
Copyrights © 2026