Transformasi digital telah mengubah paradigma penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk pada sektor layanan kedaruratan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan akurasi informasi. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang sebagai institusi yang berada pada garda terdepan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan menghadapi tantangan berupa meningkatnya penyebaran informasi palsu, laporan darurat palsu (prank call), ancaman keamanan siber, serta tuntutan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung respons operasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan teknis pemadaman kebakaran, tetapi juga pada kompetensi literasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengenai literasi digital melalui pendekatan sosialisasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan peserta sebanyak 30 pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Materi disusun berdasarkan empat pilar literasi digital, yaitu cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital yang dikontekstualisasikan dengan karakteristik tugas pemadam kebakaran. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata skor 5/10 menjadi 9/10. Peningkatan paling menonjol terlihat pada aspek verifikasi informasi kebencanaan dan keamanan digital, sementara umpan balik peserta menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 90% terhadap relevansi materi dengan tugas operasional mereka, sosialisasi ini sekaligus mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pembangunan institusi yang efektif, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Copyrights © 2026