Dinamika era Society 5.0 dan disrupsi digital menuntut lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, yaitu pondok pesantren, untuk bersikap adaptif tanpa kehilangan identitas kulturalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan dan inovasi kurikulum di pondok pesantren dengan menggunakan kacamata Manajemen Pendidikan Islam (MPI) kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data sekunder dikumpulkan dari buku, jurnal ilmiah bereputasi, serta dokumen regulasi seperti UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan kurikulum pesantren berpijak pada rekonstruksi lima landasan (filosofis, teologis, sosiologis, psikologis, dan yuridis) yang dipayungi oleh kaidah teologis muhafazhah ’ala al-qadim al-shalih dan al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah; (2) siklus manajerial kurikulum di pesantren berjalan secara sistematis meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, implementasi (sinkronisasi metode sorogan, bandongan, halaqah dengan pembelajaran digital), serta evaluasi holistik 24 jam; (3) inovasi kurikulum bermanifestasi pada integrasi sains-agama, digitalisasi berbasis Artificial Intelligence (AI), penguatan soft skills, dan moderasi beragama yang melahirkan tipologi pesantren masa depan (pesantren teknologi, kewirausahaan, riset, dan tahfizh terintegrasi). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa inovasi manajerial merupakan kunci keberlanjutan mutu pesantren dalam mencetak santri yang berdaya saing global sekaligus kokoh secara spiritual.
Copyrights © 2026