Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Atas menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator, serta faktor pendukung dan penghambat yang muncul selama penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi perangkat ajar. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pendidikan karakter di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, projek penguatan profil Pelajar Pancasila (P5), serta penumbuhan budaya positif di lingkungan sekolah. Guru berperan penting sebagai perancang pembelajaran yang memberikan ruang bagi kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi siswa. Implementasi nilai karakter seperti gotong royong, integritas, kemandirian, dan bernalar kritis tampak dalam aktivitas projek, diskusi kelas, serta kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, beberapa hambatan masih ditemukan, terutama keterbatasan pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, variasi kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, dan heterogenitas kemampuan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pribadi dan sosial siswa apabila didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan sekolah dan peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026