Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas Agus Susilo; Sariyatun; Muhammad Akhyar
Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Kajang: Jurnal Teknopedagogi Nusantara
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/kajang.v1i2.13

Abstract

Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Menengah Atas menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator, serta faktor pendukung dan penghambat yang muncul selama penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi perangkat ajar. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik pendidikan karakter di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, projek penguatan profil Pelajar Pancasila (P5), serta penumbuhan budaya positif di lingkungan sekolah. Guru berperan penting sebagai perancang pembelajaran yang memberikan ruang bagi kreativitas, kemandirian, dan kolaborasi siswa. Implementasi nilai karakter seperti gotong royong, integritas, kemandirian, dan bernalar kritis tampak dalam aktivitas projek, diskusi kelas, serta kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Meskipun demikian, beberapa hambatan masih ditemukan, terutama keterbatasan pemahaman guru tentang perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, variasi kesiapan sekolah dalam menyediakan sarana pendukung, dan heterogenitas kemampuan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan pribadi dan sosial siswa apabila didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan sekolah dan peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan.
Persepsi Mahasiswa terhadap Inovasi Pembelajaran Sejarah Berbasis Sejarah Lokal dan Implikasinya terhadap Kesadaran Sejarah Agus Susilo; Sariyatun; Muhammad Akhyar
Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation Vol. 1 No. 1 (2026): Bidar Education: Journal of Educational Research and Innovation
Publisher : SUSILO ACADEMIC PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/bidar.v1i1.31

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of local history-based history learning innovations and their implications for historical awareness. Historical learning innovations that integrate local history are seen as a pedagogical strategy that can bring historical material closer to the context of students' lives, making it more meaningful and contextual. However, the effectiveness of this approach is greatly influenced by how students perceive its implementation in the learning process. This study used a quantitative approach with a correlational survey design. The subjects were students in the history education study program at a university in Indonesia, selected using a purposive sampling technique. The research instruments consisted of a questionnaire on students' perceptions of local history-based history learning innovations and a questionnaire on historical awareness that had undergone validity and reliability tests. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics through simple correlation and regression tests. The results showed that students' perceptions of local history-based history learning innovations were in the good category. Students' historical awareness was also in the high category. There was a positive and significant relationship between students' perceptions of local history-based history learning innovations and historical awareness. These findings indicate that the more positive students' perceptions of learning innovations that integrate local history, the higher their level of historical awareness. This study recommends strengthening the implementation of local history-based history learning as a strategy to increase students' historical awareness and the development of innovative models that are more adaptive to the characteristics of students in higher education.
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Peserta Ekstrakurikuler Pencak Silat di Sekolah Menengah Atas Agus Susilo
MoveEdu: Journal of Sport and Physical Education Vol. 1 No. 2 (2026): MoveEdu: Journal of Sport and Physical Education
Publisher : SUSILO ACADEMIC PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/moveedu.v1i2.36

Abstract

This study aims to analyze the physical fitness level of students participating in pencak silat extracurricular activities in high schools. Physical fitness is an important factor in supporting physical abilities, health, and student performance in sports activities, especially pencak silat which requires strength, endurance, agility, and balance. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The subjects of the study were students participating in pencak silat extracurricular activities in high schools. Data collection techniques were carried out through physical fitness tests covering the components of endurance, strength, speed, and agility using standard test instruments. The data obtained were analyzed using descriptive statistical techniques in the form of percentages and categories of physical fitness levels. The results showed that the physical fitness level of students participating in pencak silat extracurricular activities was in the moderate category, with some students in the good category and others in the poor category. These findings indicate that although students are active in pencak silat activities, a more structured and sustainable training program is still needed to improve physical fitness optimally. This study is expected to be an evaluation material for coaches and physical education teachers in designing more effective training programs.
Kontribusi Narasi Sejarah dalam Pembentukan Memori Kolektif dan Identitas Sosial Agus Susilo; Khoirul Anwar; Leo Agung S
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.14903

Abstract

Narasi Sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial suatu masyarakat. Melalui narasi ini, masyarakat dapat memahami asal-usul, perjalanan, serta perjuangan yang telah dilalui oleh kelompok sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran narasi Sejarah dalam membangun kesadaran bersama di kalangan anggota masyarakat serta bagaimana narasi tersebut membantu membentuk identitas sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan narasi sejarah untuk memahami bagaimana sejarah dikonstruksi dan disampaikan dalam komunitas. Fokusnya pada pembentukan memori kolektif dan identitas sosial melalui narasi sejarah, dengan menganalisis sumber lisan, tertulis, dan media. Tujuannya adalah mengungkap peran narasi sejarah dalam memperkuat identitas kelompok dan mempengaruhi persepsi terhadap masa lalu dan masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan Narasi sejarah berperan penting dalam membentuk memori kolektif dan identitas sosial, memperkuat solidaritas, kebanggaan, dan pemahaman bersama tentang masa lalu. Dalam pendidikan, sejarah harus diajarkan secara metodis agar tidak menumbuhkan analfabetisme sejarah. Di Indonesia, narasi sejarah membangun kesadaran nasional dan identitas lokal, serta memperkuat ikatan sosial. Sejarah juga dipengaruhi oleh politik dan budaya, dan melalui media seperti buku, museum, dan teknologi, narasi sejarah dapat berkembang lebih inklusif, memperkaya pemahaman identitas sosial dan membangun masa depan yang lebih baik. Simpulannya bahwa narasi Sejarah berperan penting dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial dengan menyampaikan nilai-nilai, norma, dan pandangan hidup yang memperkuat ikatan sosial. Selain itu, narasi Sejarah membantu kelompok dalam memahami posisi mereka, baik dalam konteks masa lalu maupun masa kini, yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas sosial dalam masyarakat.
Integrasi Kearifan Lokal Kampung Budaya Batu Urip dalam Pembelajaran Sejarah untuk Penguatan Materi Sejarah Lokal Agus Susilo; Sariyatun; Muhammad Akhyar
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 4 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i4.16931

Abstract

This study aims to integrate the local wisdom of Kampung Budaya Batu Urip into history learning to strengthen local historical content in schools. The method used is a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and community figures, and documentation, then analyzed using thematic analysis techniques to explore the integration of local values into teaching practices. The results show that Kampung Budaya Batu Urip holds great potential as a history learning resource, reflecting values such as struggle, mutual cooperation, and cultural preservation. The integration of local wisdom into history learning enhances student engagement, strengthens cultural identity, and expands contextual understanding of historical events. In conclusion, integrating the local values of Kampung Budaya Batu Urip into history learning not only strengthens the relevance of the material but also supports character development and fosters more contextual and meaningful learning.   Keywords: Batu Urip, History Learning, Local Knowledge, Learning Resource