Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu tradisional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mendorong permintaan produk herbal lokal, namun inovasi produk jamu di Musi Rawas masih terbatas dalam bentuk cair tradisional. Pengembangan dodol jamu tradisional menjadi salah satu inovasi pangan fungsional yang potensial karena memiliki daya simpan lebih lama, praktis dikonsumsi, dan dapat diterima oleh berbagai kalangan usia. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya inovasi produk, keterbatasan teknologi pengolahan, lemahnya penerapan sanitasi dan higienitas, belum adanya merek produk, serta kemasan yang masih sederhana sehingga sulit bersaing di pasar modern. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan produksi, inovasi formulasi dodol jamu, pengemasan modern, serta penguatan branding dan pemasaran. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk dodol jamu yang higienis, bernilai tambah, menarik, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat menjadi produk unggulan lokal Kabupaten Musi Rawas sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis herbal tradisional.
Copyrights © 2026