Pacu Jalur merupakan tradisi lomba perahu panjang khas Kuantan Singingi, Riau, yang diwariskan antargenerasi dan menjadi penanda identitas budaya masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat relasi sosial serta menanamkan nilai gotong royong, solidaritas, religiusitas, dan kebersamaan. Meski memberi dampak ekonomi melalui peningkatan wisata, kajian mendalam mengenai makna budaya dan nilai sosialnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengungkap Pacu Jalur sebagai simbol identitas budaya dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan etnografi. Informan dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, pembuat jalur, peserta, panitia, dan masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi arsip, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi melalui triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa Pacu Jalur berkembang dari alat transportasi menjadi tradisi sarat nilai sosial dan spiritual yang juga berdampak ekonomi. Tantangan seperti berkurangnya minat generasi muda dan biaya perawatan menegaskan perlunya pelestarian berbasis masyarakat, pemerintah, dan pendidikan budaya.
Copyrights © 2025