Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi
Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE KLAWALU BERBASIS KONSERVASI LINGKUNGAN

Murni Murni (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
La Ibal (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Rahful A. Madaul (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Ummi Hanifah Marshush (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Hilmi Hilmansyah (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Azalia Fajri Yasin (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Nurbia Nurbia (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Azwar Rahmatullah (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Nur Abu (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)
Fathur Rahman Buatan (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya)



Article Info

Publish Date
14 Jul 2025

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Klawalu di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang tinggi, namun menghadapi berbagai tantangan seperti pencemaran sampah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta mahasiswa mengenai pentingnya konservasi mangrove dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung di lapangan, yang melibatkan mahasiswa, masyarakat lokal, dan instansi pemerintah. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Diskusi kelompok dan praktik penanaman mangrove juga memperlihatkan antusiasme dan komitmen peserta dalam mendukung konservasi lingkungan. Kegiatan ini berhasil membangun sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, serta menjadi model pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Copyrights © 2025