Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026

Peningkatan Pengetahuan Higiene Pribadi dan Sanitasi Makanan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Infeksi Helicobacter pylori pada Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong

Danny Irawan (Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Lea Maera Shanty (Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Ardyarini Dyah Savitri (Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Rifky Dwi Aditya Iryawan (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Akbar Reza Muhammad (Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Diva Najlacesa Zefanya Purwanto (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)
Keysa Dhia Kamila (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)
Faizzatur Salma Ratnaduhita (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)
Raffy Firdaus Xxafier (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)
Mikail Nur Ramadhani (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)
Muhammad Reihan Putra Purnama (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2026

Abstract

Pondok pesantren merupakan hunian komunal dengan kepadatan tinggi dan pola penyediaan makanan terpusat, sehingga memiliki risiko terhadap transmisi patogen saluran cerna termasuk Helicobacter pylori melalui jalur oral–oral dan fekal–oral. Praktik higiene pribadi dan sanitasi makanan yang belum optimal dapat meningkatkan risiko paparan infeksi saluran cerna pada santri. Meningkatkan pengetahuan santri mengenai higiene pribadi dan sanitasi makanan sebagai upaya pencegahan risiko infeksi Helicobacter pylori di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, melibatkan 50 santri dalam lima kelompok edukasi paralel, menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi cuci tangan pakai sabun, penerapan media edukasi, dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir yang dikonversi ke rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 5%. Meskipun nilai awal peserta telah berada pada kategori tinggi (90,00 ± 9,26), skor pengetahuan meningkat menjadi 97,40 ± 6,00 setelah edukasi. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (Z = −5,018; p <0,001) dengan besar efek kuat (r = 0,71). Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 90,0% menjadi 98,0%. Edukasi higiene pribadi dan sanitasi makanan berbasis partisipasi menunjukkan peningkatan pengetahuan santri segera setelah intervensi. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan pengetahuan, perubahan perilaku higiene, serta dampaknya terhadap keluhan gastritis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jamsi

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Public Health

Description

Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) ...