Paparan partikulat di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor risiko keluhan subjektif Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsentrasi PM10 dan PM2,5 serta karakteristik pekerja (usia, masa kerja, lama paparan, penggunaan APD/masker, dan kebiasaan merokok) dengan keluhan subjektif ISPA pada pekerja PT X tahun 2026. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 65 pekerja dipilih secara purposive sampling. Konsentrasi PM₂.₅ dan PM₁₀ diukur menggunakan Particle Counter DAZ-400, sedangkan data karakteristik dan keluhan subjektif ISPA diperoleh melalui kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa PM₂.₅ (p=0,040; PR=1,494; 95%CI=1,039–2,149), masa kerja (p=0,032; PR=1,645; 95%CI=1,015–2,664), dan kebiasaan merokok (p<0,01; PR=4,303; 95%CI=1,204–15,374) berhubungan signifikan dengan keluhan subjektif ISPA, Sebaliknya, PM₁₀, usia, lama paparan, dan penggunaan APD/masker tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa PM2,5, masa kerja, dan kebiasaan merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif ISPA. Perusahaan disarankan meningkatkan pengendalian debu, pemantauan kualitas udara, dan kepatuhan penggunaan APD.
Copyrights © 2026