Fenomena intensi turnover telah menjadi salah satu tantangan utama dalam manajemen sumber daya manusia karena dapat memengaruhi stabilitas dan keberlanjutan organisasi. Faktor internal individu, seperti nilai-nilai religius dan spiritualitas di tempat kerja, memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan atau meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran religiositas kerja dalam mengurangi intensi turnover karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan berpedoman pada kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Crossref menggunakan Publish or Perish 8, yang menghasilkan 37 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk periode 2015–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas kerja, yang dalam sebagian besar penelitian direpresentasikan melalui konsep workplace spirituality dan spirituality at work, cenderung memiliki hubungan negatif dengan intensi turnover. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel, seperti komitmen organisasi, komitmen afektif, keterikatan kerja, burnout, budaya organisasi, dan dukungan di tempat kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian mengenai religiositas kerja masih memerlukan eksplorasi konseptual lebih lanjut melalui penelitian di masa mendatang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme yang mendasari pengaruh religiositas kerja serta memperluas pemahaman mengenai kontribusinya dalam lingkungan kerja.
Copyrights © 2026