Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Husna Jember masih menghadapi permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi serta ketergantungan terhadap donasi yang tidak menentu. Selain itu, lahan pekarangan lembaga yang cukup luas belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian pangan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian pangan melalui implementasi Program Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sistem aquaponik serta pengolahan hasil pangan bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kebutuhan gizi dan pola konsumsi sehat, pelatihan budidaya aquaponik, pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), praktik pengolahan produk pangan, serta pendampingan teknologi pengemasan. Sistem aquaponik diterapkan dengan mengintegrasikan budidaya ikan lele dan ikan nila dengan tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, selada, dan cabai. Hasil panen selanjutnya diolah menjadi produk pangan bernilai tambah berupa nugget ikan lele dan stik kangkung guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya simpan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai rata-rata pretest sebesar 81,76 menjadi 96,34 pada posttest. Program ini tidak hanya mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat bagi anak asuh, tetapi juga membuka peluang usaha produktif yang berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi lembaga. Integrasi antara budidaya dan pengolahan pangan terbukti menjadi strategi efektif dalam mendukung penerapan konsep B2SA sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kelembagaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026