Kemampuan penalaran logis merupakan kompetensi fundamental yang wajib dimiliki oleh calon guru matematika dalam memecahkan masalah pembuktian logika. Namun, pencapaian kemampuan ini kerap dipengaruhi oleh daya tahan mental mahasiswa dalam menghadapi kesulitan, yang dikenal sebagai Adversity Quotient (AQ). Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan penalaran logis calon guru matematika ditinjau dari kriteria AQ (climbers, campers, dan quitters). Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tiga mahasiswa calon guru mewakili masing-masing kategori AQ (KYA sebagai climbers, NNA sebagai campers, dan SMP sebagai quitters). Data dikumpulkan melalui angket AQ, tes kemampuan penalaran logis, dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek climbers (KYA) memenuhi seluruh indikator penalaran logis (mengumpulkan fakta, menetapkan asumsi, menilai asumsi, dan menentukan kesimpulan) secara sistematis dan valid; (2) Subjek campers (NNA) memenuhi tiga indikator dan hanya belum memenuhi indikator mengumpulkan fakta secara tertulis; serta (3) Subjek quitters (SMP) belum memenuhi seluruh indikator penalaran logis secara substantif karena cenderung menarik kesimpulan secara spekulatif tanpa prosedur pembuktian yang sah. Temuan ini menegaskan bahwa adanya perbedaan profil kemampuan penalaran logis pada subjek dengan kategori AQ yang berbeda.
Copyrights © 2026