Penulisan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif dipandang masih langka di kalangan warga gereja setempat, khususnya kaum muda. Belum ada hasil karya tulis literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif sedemikian di tempat pelaksanaan kegiatan PKM ini. Padahal, ada keinginan untuk membangun relasi dan literasi keagamaan yang inklusif yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, pelatihan literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kecerdasan literasi dalam hubungan antarumat beragama di kalangan kaum muda setempat dan nantinya berkontribusi untuk kecintaan terhadap literasi keagamaan yang inklusif berbasis perspektif pastoralia transformatif yang berpengaruh terhadap pengembangan pelayanan jemaat. Metode yang diterapkan dalam program PKM ini terdiri atas 5 tahapan yang meliputi tahap Persiapan, tahap Pelaksanaan, Monitoring Evaluasi, Pelaporan Akhir, dan Diseminasi Hasil PKM. Hasilnya adalah perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam Penulisan Literasi Keagamaan yang Inklusif Berbasis Perspektif Pastoralia Transformatif. Hal ini juga berimplikasi pada implementasi SDG’s ke-16.
Copyrights © 2026