Penelitian ini menganalisis adab guru dalam memberikan evaluasi dan teguran kepada murid menurut Imam Al-Ghazali serta relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Kebaruan kajian terletak pada pembacaan evaluasi dan teguran sebagai satu kesinambungan etis: evaluasi berfungsi mendiagnosis dan mengarahkan perbaikan, sedangkan teguran menjadi intervensi edukatif untuk memulihkan perilaku tanpa merendahkan martabat murid. Penelitian menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-interpretatif. Sumber primer berupa Ihya' Ulumuddin dan Bidayatul Hidayah, sedangkan sumber sekunder berasal dari jurnal, buku, dan penelitian yang relevan. Data dianalisis melalui content analysis dengan tahap identifikasi, pengodean tematik, kategorisasi, dan interpretasi kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Al-Ghazali bersifat holistik dan reflektif melalui prinsip al-hisab/al-muhasabah, sehingga penilaian tidak berhenti pada capaian kognitif, tetapi juga memperhatikan sikap, tindakan, dan kesadaran moral. Teguran harus dilandasi kasih sayang, kebijaksanaan, keadilan, kesabaran, keteladanan, dan empati, serta diarahkan pada penjelasan kesalahan dan cara memperbaikinya. Integrasi kedua prinsip tersebut membentuk kerangka etika pedagogis yang menempatkan evaluasi dan teguran sebagai instrumen pembinaan karakter, bukan penghukuman. Temuan ini menegaskan relevansi pemikiran Al-Ghazali bagi praktik pendidikan yang humanis, bermartabat, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara utuh
Copyrights © 2026