Makanan kemasan yang mengandung zat aditif telah menjadi bagian dari pola konsumsi harian peserta didik, namun pemahaman mereka terhadap risiko kesehatannya masih sangat rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi kandungan zat aditif pada makanan kemasan yang dikonsumsi peserta didik SMP Telkom Makassar serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis peserta didik terhadap keamanan pangan. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap: pemaparan materi interaktif, sesi tanya jawab, dan kegiatan proyek identifikasi zat aditif pada label kemasan produk makanan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa seluruh produk makanan kemasan yang dianalisis peserta didik mengandung minimal satu jenis zat aditif, dengan temuan dominan berupa penguat rasa (MSG dan dinatrium inosinat), pewarna sintetis (tartrazin dan kuning kuinolin), pengawet (natrium benzoat dan kalium sorbat), serta pemanis buatan (aspartam dan sakarin). Beberapa produk mengandung lebih dari lima jenis zat aditif dalam satu kemasan. Peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan setelah kegiatan berlangsung, ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi zat aditif secara mandiri dan munculnya kesadaran kritis dalam memilih produk pangan. Program edukasi keamanan pangan berbasis sekolah terbukti efektif dan perlu diimplementasikan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026