Penelitian ini menganalisis makna ketidakpastian yang terwujud dalam tanda navigasi pada serial live action Netflix One Piece: Into the Grand Line. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengaplikasikan teori semiotika Roland Barthes untuk membongkar tiga tingkatan signifikasi, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reverse Mountain secara konotatif menggambarkan disorientasi dan tantangan ekstrem saat menghadapi ketidakpastian, yang melahirkan mitos perintisan (gateway myth) tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Twin Cape merepresentasikan ruang transisi dan lokasi orientasi ulang emosional, yang membentuk mitos ambang batas (liminality myth) bahwa fase jeda adalah bagian mutlak sebelum memasuki dunia baru. Sementara itu, Log Pose menolak penggunaan instrumen lama dan menegaskan perlunya pelepasan pola pikir konvensional, yang memunculkan mitos adaptabilitas (adaptation myth) terkait pentingnya fleksibilitas serta kerja sama tim. Secara keseluruhan, tanda navigasi dalam serial ini tidak sekadar menjadi alat penunjuk arah, melainkan konstruksi visual yang mengomunikasikan transformasi psikologis manusia di tengah situasi yang tidak terprediksi.
Copyrights © 2026