This study was motivated by the low learning interest of fifth-grade students at SD Negeri 077279 Siofabanua in the IPAS subject, particularly the topic Indonesia Kaya Raya. Initial observations indicated that the learning process was still predominantly teacher-centered, resulting in limited student attention and engagement. Of the 27 students, only 10 students (37.04%) achieved the minimum mastery criterion (KKM) of 70, with an average score of 65. This study aimed to improve students' learning interest through the implementation of learning videos based on Problem Based Learning (PBL). The study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. The subjects were 27 fifth-grade students, consisting of 11 male and 16 female students. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation. The results showed an improvement in students' learning interest following the implementation of PBL-based learning videos. In Cycle I, the percentage of learning interest reached 68%, with a classical mastery rate of 52%. In Cycle II, learning interest increased to 85%, while the classical mastery rate reached 81%. These findings indicate that the implementation of PBL-based learning videos can create a more engaging, active, and contextual learning environment, thereby improving students' learning interest in IPAS, particularly the Indonesia Kaya Raya topic. Therefore, PBL-based learning videos can be used as an alternative instructional approach to improve learning interest among elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik kelas V SD Negeri 077279 Siofabanua pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi Indonesia Kaya Raya. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan dan perhatian peserta didik belum optimal. Dari 27 peserta didik, hanya 10 orang (37,04%) yang mencapai KKM 70 dengan rata-rata nilai 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik melalui penerapan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik kelas V, terdiri atas 11 laki-laki dan 16 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar peserta didik setelah penerapan video pembelajaran berbasis PBL. Pada siklus I, persentase minat belajar mencapai 68% dengan ketuntasan klasikal sebesar 52%. Pada siklus II, persentase minat belajar meningkat menjadi 85% dengan ketuntasan klasikal sebesar 81%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan video pembelajaran berbasis Problem Based Learning dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, aktif, dan kontekstual sehingga mampu meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi Indonesia Kaya Raya. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis PBL dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026