Penanganan perilaku maladaptif pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di pendidikan non-formal sering kali bersifat reaktif dan intuitif akibat ketiadaan asesmen perilaku yang sistematis. Kondisi ini tidak hanya menghambat efektivitas pembelajaran inklusif di dalam kelas, melainkan juga secara signifikan memicu terjadinya kelelahan emosional (burnout) pada para guru di lapangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagogik sepuluh orang guru mitra dalam mengelola perilaku maladaptif melalui penerapan Functional Behavior Assessment (FBA) berbasis model Antecedent-Behavior-Consequence (ABC). Metode yang diterapkan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan model Training of Trainers (ToT) yang diintegrasikan dengan Experiential Learning. Tahap pelatihan meliputi berbagi pengalaman mengajar, refleksi kritis, pembentukan konsep dan simulasi bedah kasus, yang dievaluasi secara komprehensif melalui instrumen tes pengetahuan tertulis terstruktur dan observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konseptual guru sebesar 22%, dengan rata-rata pre-test 71 meningkat menjadi 93 pada post-test. Secara kualitaif, 100% peserta berhasil mengintegrasikan kerangka ABC dan bertransformasi dari intervensi reaktif menjadi proaktif berbasis asesmen. Implikasi strategis dari kegiatan ini adalah terciptanya budaya asesmen perilaku yang sistematis di lembaga pendidikan non-formal, penurunan tingkat stres guru, serta efisiensi alokasi waktu pembelajaran. Kondisi ini pada akhirnya akan mendukung optimalisasi kemandirian fungsional ABK dan turut mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang lbih suportif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026