Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Stimulasi Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Structured Enviroment Kholifatul Novita Ningsih; Trisna Mulyeni; Irah Kasirah; Wahyu Hardiani; Hendriano Meggy
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kd55q625

Abstract

Anak usia dini merupakan individu dalam rentang usia 0–6 tahun yang sedang berada pada masaemas perkembangan (golden age), yaitu masa kritis dalam pembentukan struktur dan fungsi otak,perkembangan bahasa, emosi, sosial, dan keterampilan motorik (Irvan, 2020; Adatul’aisy, 2023;Magdalena et al, 2025). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpemahaman dan keterampilan kader Posyandu, guru PAUD, dan orang tua dalam memberikan stimulasiperkembangan kepada anak usia dini berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan structured environment.Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pengetahuan dan keterlibatan dalam menciptakanlingkungan yang suportif dan adaptif bagi ABK di lingkungan Posyandu. Metode pelaksanaan terdiri atas tigatahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan inti mencakup pelatihan, penyusunan buku saku danmodul edukatif, serta pendampingan penerapan struktur lingkungan secara sederhana. Hasil dari pre-test danpost-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 48,8% menjadi 86,3%. Selain itu, indikatorpemahaman terhadap structured environment, prinsip lingkungan suportif, dan karakteristik ABK mengalamipeningkatan signifikan. Peserta juga mampu merancang ruang stimulasi sederhana dan memahami pentingnyavisualisasi, rutinitas, dan zona aktivitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. Evaluasi akhirmenunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaankomunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung inklusivitas layanan anak usia dini.
Penguatan Praktik Kolaborasi Guru dalam Mendukung Pembelajaran Anak Neurodivergen di PKBM Ghaisan Cendekia Wahyu Hardiani; Lintang Al Mar’atus S; Kholifatul Novita N; Septiyani Endang Y; Leni Ambar Cahyani
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5080

Abstract

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru dan mentor mengenai konsep neurodiversitas dan implikasinya terhadap pembelajaran, mengembangkan kompetensi kolaboratif dalam asesmen, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran adaptif, serta mendorong keberlanjutan praktik kolaborasi di PKBM Ghaisan Cendekia Jakarta Timur. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 di aula PKBM Ghaisan Cendekia. PKBM Ghaisan Cendekia ditetapkan sebagai mitra berdasarkan hasil identifikasi terhadap lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, pendidikan inklusif, dan anak neurodivergen. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi kebutuhan dan focus group discussion (FGD) dengan mentor. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan interaktif mengenai neurodiversitas dan pembelajaran adaptif, diskusi berbasis kasus dan praktik baik, serta penyusunan modul edukatif secara kolaboratif. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, refleksi dan diskusi, serta angket kepuasan dan testimoni peserta. Sebanyak 20 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta yang tinggi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan pembahasan strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi peserta didik. Hasil refleksi dan diskusi juga menunjukkan pemahaman peserta yang lebih baik mengenai paradigma neurodiversitas, praktik kolaborasi, dan strategi pembelajaran adaptif. Peserta menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di PKBM dan memiliki manfaat praktis untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat tinggi. Dengan demikian, kegiatan workshop ini berkontribusi terhadap penguatan pemahaman, keterampilan kolaboratif, dan kesiapan peserta dalam menerapkan praktik pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak neurodivergen di lingkungan pendidikan nonformal.
Urban Areas' Readiness in Providing Learning Accommodations for Students with Disabilities Post-COVID-19 Pandemic Lintang Al mar'atus Sholihah; Kholifatul Novita Ningsih; Wahyu Hardiani; Nur Hanifah Insani; Azizah Nurul Husnaini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 3 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i3.9379

Abstract

The shift in learning models following the COVID-19 pandemic, which occurred without adequate preparation, has added new challenges for students with special needs. As an educational institution in an urban area, Jakarta State University should be an ideal example of an inclusive campus. Although opportunities for students with special needs to enroll have expanded, this has not been matched by specific preparations for learning accommodations. This study aims to identify the challenges faced by students with special needs in obtaining appropriate learning accommodations. Additionally, this study seeks to explore the shift in learning accommodation needs of students with special needs post-pandemic COVID-19. A mixed-method research approach was selected, with quantitative data as the primary focus. Data collection was conducted through questionnaires and interviews, while quantitative data analysis utilized descriptive statistical analysis. The research subjects consisted of 34 students with special needs from eight faculties, enrolled between 2018 and 2024. The students with special needs involved in this study had visual impairments, hearing impairments, physical impairments, low vision, ADHD, learning difficulties, and autism. The results of the study showed diversity in learning accommodation needs for each type of special need. However, these differences could be predicted based on the type and level of special needs. The five aspects studied—course materials, teaching methods, facilities and equipment, peer support, and the need for self-regulation skills—highlight the importance of further attention from the university. These aspects of learning accommodations reflect a shift in learning modes influenced by the COVID-19 pandemic. This shift adds challenges for students with special needs in preparing themselves for the workforce.