Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi keluarga broken home yang dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, khususnya siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap perkembangan emosi. Kurangnya perhatian, kasih sayang, dan keharmonisan dalam keluarga dapat menyebabkan anak kurang percaya diri, mudah marah, merasa sedih, serta mengalami kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan emosional sehingga diperlukan perhatian dari keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi keluarga broken home terhadap perkembangan emosional anak siswa kelas IV di SDN 1 Bagik Payung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto dan desain korelasional (causal relationship). Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 Bagik Payung. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 10 butir pernyataan terdapat 7 butir yang valid dengan nilai r hitung > r tabel (0,433), sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,713 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Hasil uji hipotesis menggunakan korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa kondisi keluarga broken home berpengaruh signifikan terhadap perkembangan emosional anak siswa kelas IV di SDN 1 Bagik Payung.
Copyrights © 2026