Latar Belakang: Penerapan pembelajaran mendalam di sekolah dasar belum merata, terutama pada kelas rendah, karena praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, dan pemanfaatan teknologi digital guru sangat menentukan kebermaknaan proses belajar peserta didik. Penelitian ini mendeskripsikan persepsi guru kelas rendah dalam menerapkan pembelajaran mendalam di SDN 51 Sungai Raya, Kalimantan Barat. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan enam guru kelas rendah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil: Seluruh guru menunjukkan persepsi positif terhadap pembelajaran mendalam. Guru mengaitkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik, membangun suasana yang mendorong keberanian berpendapat, serta memanfaatkan video dan gambar sebagai media utama. Namun, dimensi virtual belum optimal akibat keterbatasan akses internet, dan sebagian guru masih terbatas dalam penguasaan teknologi. Implikasi: Persepsi positif guru saja belum cukup menjamin pemerataan implementasi; diperlukan pelatihan berkelanjutan, pendampingan profesional, dan perbaikan infrastruktur agar pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat terwujud bagi peserta didik kelas rendah.
Copyrights © 2026