Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan perubahan hasil belajar siswa kelas XI.A.1 SMA Negeri 7 Denpasar pada materi fungsi dan pemodelan setelah penerapan pendekatan pembelajaran mendalam berbantuan GeoGebra. Subjek penelitian terdiri atas 36 siswa dan tindakan dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis secara deskriptif menggunakan rata-rata, persentase ketuntasan, dan N-Gain, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menjelaskan proses pelaksanaan tindakan. Rata-rata nilai Pra-siklus sebesar 71,0 menurun menjadi 60,4 pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 86,7 pada Siklus II. Persentase ketuntasan berturut-turut sebesar 47,2%, 41,7%, dan 80,6%, dengan rata-rata N-Gain yang dilaporkan sebesar -0,26 pada Siklus I dan 0,15 pada Siklus II. Hasil observasi menunjukkan bahwa pada Siklus I siswa masih beradaptasi dengan pembelajaran yang menuntut keterlibatan aktif, sedangkan pada Siklus II partisipasi dan kemampuan menghubungkan representasi fungsi dengan masalah kontekstual lebih baik setelah dilakukan penguatan konsep, scaffolding, dan pengelolaan aktivitas yang lebih terarah. Karena cakupan submateri dan instrumen tes berbeda antartahap, hasil ini ditafsirkan sebagai peningkatan deskriptif dalam konteks PTK dan tidak diatribusikan semata-mata pada GeoGebra atau satu komponen tindakan
Copyrights © 2026