ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit periodontal merupakan inflamasi kronis akibat biofilm bakteri. Salah satu bakterinya ialah Fusobacterium nucleatum yang dikenal sebagai bridging organism. Bakteri ini berperan dalam pembentukan biofilm dan progresivitas penyakit dan menunjukkan resistensi terhadap antibiotik. Tulang ikan patin (Pangasius djambal) mempunyai potensi sebagai antibakteri alami. Studi ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak tulang ikan patin terhadap Fusobacterium nucleatum berdasarkan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Metode: Jenis metode studi kualitatif berupa true experimental memakai uji mikrodilusi. Terdapat 3 kelompok perlakuan, yakni kelompok uji ekstrak tulang ikan patin dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, 40% serta kelompok kontrol positif meliputi CHX 0,2% serta kelompok kontrol negatif meliputi PBS. Hasil: Ekstrak tulang ikan patin menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Fusobacterium nucleatum. Nilai KHM diperoleh pada konsentrasi 5%, yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna setelah penambahan MTT. Namun, nilai KBM tidak diperoleh pada seluruh rentang konsentrasi yang diuji karena masih ditemukan pertumbuhan bakteri pada media lanjutan. Simpulan: Ekstrak tulang ikan patin (Pangasius djambal) menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan Fusobacterium nucleatum dengan KHM sebesar 5%, sedangkan KBM tidak tercapai pada rentang konsentrasi yang diuji. KATA KUNCI: Antibakteri, tulang ikan patin, Fusobacterium nucleatum, KHM, KBMAntibacterial activity of catfish bone extract (pangasius djambal) against the growth of fusobacterium nucleatum: Study experimental ABSTRACT Introduction: Periodontal disease is a chronic inflammatory condition caused by bacterial biofilm. One of the bacteria involved is Fusobacterium nucleatum, which is recognized as a bridging organism. This bacterium plays a role in biofilm formation and disease progression and has shown resistance to certain antibiotics. Catfish bone (Pangasius djambal) has potential as a natural antibacterial agent. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of catfish bone extract against Fusobacterium nucleatum based on minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) values. Methods: This study was a true experimental laboratory study using the microdilution method. The study consisted of three groups: the treatment group with catfish bone extract at concentrations of 2.5%, 5%, 10%, 20%, and 40%; the positive control group using chlorhexidine (CHX) 0.2%; and the negative control group using PBS. Results: Catfish bone extract demonstrated antibacterial activity against Fusobacterium nucleatum. The MIC was 5%, as indicated by the absence of color change after MTT addition. However, no MBC was identified within the tested concentration range, as bacterial growth was still observed on the subculture medium. Conclusions: Catfish bone extract (Pangasius djambal) demonstrated inhibitory activity against the growth of Fusobacterium nucleatum, with a MIC of 5%, whereas no MBC was identified within the concentration range tested.KEY WORDS: Antibacterial, catfish bone, Fusobacterium nucleatum, MIC, MBC
Copyrights © 2026