ABSTRAKPola pengasuhan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan remaja. Namun, karakteristik Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital menjadi tantangan bagi ibu dalam menjalankan pengasuhan. Selain menghadapi tuntutan pengasuhan, ibu juga menjalankan berbagai peran lain, seperti mengelola rumah tangga, bekerja, dan memenuhi tanggung jawab sosial. Akumulasi tuntutan tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental dan kualitas pengasuhan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan yang adaptif bagi remaja Generasi Z serta memperkuat kapasitas ibu dalam membangun dukungan sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 30 ibu partisipan yang memiliki anak berusia remaja. Kegiatan menggunakan metode psikoedukasi dan pelatihan peer support group. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan melalui pengukuran pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan sebesar 7.23 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (W = 0; p < 0,001) dengan effect size r = 0,87, yang menunjukkan efek besar. Semua partisipan berada pada kategori rendah sebelum kegiatan, sedangkan setelah kegiatan 80% peserta berada pada kategori tinggi dan 20% pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi dan pelatihan peer support group dapat mendukung peningkatan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan remaja Generasi Z. Kegiatan ini memiliki implikasi bagi penguatan kapasitas ibu dalam menerapkan pengasuhan yang adaptif dan memanfaatkan dukungan sebaya sebagai sumber penyemangat dalam menghadapi tuntutan pengasuhan.Kata kunci: Ketahanan Mental;Pengasuhan; Remaja; Generasi Z. ABSTRACTParenting plays an important role in supporting adolescent development. However, the characteristics of Generation Z, who have grown up in a digital environment, present challenges for mothers in providing effective parenting. In addition to parenting demands, mothers often undertake various other roles, such as managing household responsibilities, working, and fulfilling social obligations. The accumulation of these demands may contribute to psychological stress, which can affect mothers’ mental health and the quality of parenting. Therefore, this community engagement program aimed to improve mothers’ knowledge of adaptive parenting for Generation Z adolescents and strengthen their capacity to build social support. The program involved 30 mothers who had adolescent children. The activities employed parenting psychoeducation and peer support group training. Evaluation was conducted using a parenting knowledge questionnaire administered through pretest and posttest measurements. The results showed an increase of 7.23 points in participants’ knowledge scores. The Wilcoxon signed-rank test indicated a significant difference between pretest and posttest scores (W = 0, p < 0.001), with an effect size of r = 0.87, indicating a large effect. All participants were classified in the low-knowledge category before the program, whereas after the program, 80% of participants were classified in the high-knowledge category and 20% in the moderate-knowledge category. These findings indicate that parenting psychoeducation and peer support group training can support improvements in mothers’ knowledge regarding parenting Generation Z adolescents. The program has implications for strengthening mothers’ capacity to implement adaptive parenting practices and utilize peer support as a source of encouragement in dealing with parenting demands.Keywords: Mental Resilience; Parentings; Adolescents; Generation Z.
Copyrights © 2026