Pelatihan produksi pupuk organik plus dilaksanakan sebagai inovasi pembelajaran praktis untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengolah limbah organik. Kegiatan menggunakan pendekatan learning by doing melalui tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik produksi, dan evaluasi. Peserta berjumlah 10 mahasiswa dan kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni - 20 Juli 2026 di Laboratorium Pendidikan Biologi. Peserta memperoleh materi tentang pengelolaan limbah organik, prinsip pupuk organik plus, pengenalan alat dan bahan, pencampuran, penambahan aktivator, pengaturan kadar air, fermentasi, pemantauan, dan pengemasan. Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui observasi unjuk kerja dan angket respons peserta. Hasil menunjukkan bahwa nilai akhir seluruh indikator keterampilan berada di atas 80%, dengan capaian tertinggi pada kemampuan mengidentifikasi dan menyiapkan alat serta bahan sebesar 93,25%. Respons mahasiswa terhadap pelatihan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung, memperkuat kemampuan bekerja sama dan memecahkan masalah, serta memperkenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai produk bernilai guna dan ekonomi. Dengan demikian, pelatihan produksi pupuk organik plus dapat menjadi model pembelajaran berbasis pengalaman yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan praktik produksi yang bertanggung jawab. Model ini juga relevan untuk mendukung pendidikan berkualitas dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Organic Fertilizer Plus Production Training as a Practical Learning Innovation for University Students Abstract Organic fertilizer plus production training was conducted as a practical learning innovation to strengthen students’ knowledge and skills in processing organic waste. The activity applied a learning-by-doing approach through preparation, socialization, training, production practice, and evaluation. The activity involved 10 students and was held on 18 June- 20 july 2026 at the Biology Education Laboratory. Participants learned about organic waste management, the principles of enriched organic fertilizer, tools and materials, mixing, activator addition, moisture adjustment, fermentation, monitoring, and packaging. Program achievement was evaluated using performance observations and a participant response questionnaire. The results showed that the final scores for all skill indicators exceeded 80%, with the highest achievement recorded for identifying and preparing tools and materials at 93.25%. Students’ responses to the training ranged from good to very good. The activity provided direct experience, strengthened teamwork and problem-solving skills, and introduced the conversion of organic waste into a useful product with economic value. Therefore, organic fertilizer plus production training can serve as an experiential learning model that supports student competency development and responsible production practices. This model is also relevant to quality education and the sustainable management of resources
Copyrights © 2026