Claim Missing Document
Check
Articles

Modification and Test Performance of Rack Type Hybrid (Solar-Biomass) Dryer Martiani, Erni; Murad, -; Putra, Guyup Mahardhian Dwi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.627 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v5i1.45

Abstract

This study aimed to modify biomass furnaces source of heat energy from the combustion of biomass, study thermal energy generated from combination of solar and biomass energy, and determine efficiency of furnaces and efficiency of total system of a rack type hybrid (solar-biomass) dryer. Method used in this research was experimental method. Used fuel was coconut shell charcoal and used tools include iron plate, blower, pipe, grinding and welding tools, thermometer, anemometer, lux meter, data logger and analytical balance. Observed parameters were temperature, air humidity, sun radiation, velocity and flow rate of hot air towards the drying chamber, drying period, energy loss and energy produced inside the furnace. Modification made by adding drawer shaped biomass furnace with 0.65 m length, 0.65 m wide and 0.25 m height. The furnace was equipped with a chimney and blower. Results from the test performance showed that this tool yield total heat loss of 18,173.15 KJ at the upright furnace wall. Whereas heat loss at furnace floor was 4380.899 KJ. Energy consumption was 151,602.064 for solar energy and 48,399.4 KJ for biomass energy, with total drying energy generated by solar energy and biomass i.e. 200,001 KJ. Efficiency value of the drying system was 19% with 30% furnace efficiency. Keywords: Hybrid dryer, heat loss, biomass furnaces ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi tungku biomassa sebagai tempat sumber energi panas dari pembakaran biomassa, mempelajari energi panas yang dihasilkan oleh kombinasi energi surya dan energi biomassa, dan mengetahui efisiensi tungku dan efisiensi total sistem pada alat pengering hybrid (surya-biomassa) tipe rak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Bahan bakar yang digunakan yaitu arang tempurung kelapa dan alat yang digunakan antara lain plat besi, blower, pipa, gerinda, las, thermometer, anemometer, lux meter, data logger, dan timbangan analitik. Parameter yang diamati terdiri dari suhu, kelembaban udara, radiasi matahari, kecepatan aliran udara panas menuju ruang pengering, debit aliran udara menuju ruang pengering, lama waktu pengeringan, kehilangan energi pada tungku dan energi yang dihasilkan. Modifikasi yang dilakukan adalah menambahkan tungku biomassa yang berbentuk seperti laci dengan ukuran panjang 0,65 m, lebar 0,65 m dan tinggi 0,25 m. Tungku ini dilengkapi dengan cerobong asap dan blower. Hasil pengujian alat ini diperoleh total kehilangan panas pada dinding tegak tungku 18.173,15 KJ, sedangkan kehilangan panas pada lantai tungku 4.380,899 KJ. Konsumsi penggunaan energi, yaitu energi surya 151.602,064 KJ dan energi biomassa 48.399,4 KJ dengan total energi pengeringan yang dihasilkan oleh energi surya dan biomassa sebesar 200.001 KJ. Nilai efisiensi sistem pengeringan yang dihasilkan yaitu 19% dengan efisiensi tungku 30%. Kata kunci: alat pengering Hybrid, kehilangan panas, tungku biomassa
SCALE UP DAN UJI TEKNIS ALAT PENGERING TIPE FLUIDIZED BED [Scale Up and Technical Test of Fluidized Bed Dryer] -, Suryadi; -, Sukmawaty; Putra, Guyup Mahardhian Dwi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.001 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v5i2.60

Abstract

The available Fluidized Bed dryer has low drying capacity so it is necessary to increase the dimensions to improve the drying capacity. This study aimed to increased the dimensions of the Fluidized Bed dryer, to determined the drying capacity, and to conducted technical tests. This research was conducted at Power and Agriculture Machinery, Faculty of Food and Agroindustrial Technology, University of Mataram. The method used in this research was experimental method with mathematical approach. The parameters used in this study was the scale parameter and technical test parameters. Scale Up Fluidized Bed dryer was done in the drying chamber which includes the dimensions of the drying chamber and drying capacity. Technical testing included air flow velocity, the minimum fluidization velocity, temperature, drying time and space dryer efficiency. The drying chamber is a cylinder with a diameter of 40 cm, height 200 cm and 0.1256 m2 area of the base. The capacity of the Fluidized Bed dryer before Scale Up was 4 kg and the capacity after Scale Up was 8 kg. The speed of air flow through the drying chamber was 3 m/s. The distribution of temperature during the drying process ranges between 40-50℃ and 50-60℃. According to the research, the more the masses drained, the longer the time required to dry the material. The efficiency of the drying chamber mostly present in the temperature range of 50-60℃ with a value of 94.04%. Keywords: fluidized bed, scale up, technical test ABSTRAK Alat pengering Fluidized Bed yang tersedia memiliki kapasitas pengeringan yang rendah sehingga diperlukan peningkatan ukuran dimensi alat untuk meningkatkan kapasitas pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ukuran dimensi alat pengering Fluidized Bed, menentukan kapasitas pengeringan dan melakukan uji teknis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan pendekatan matematis. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah parameter Scale Up dan parameter uji teknis. Scale Up alat pengering Fluidized Bed dilakukan pada bagian ruang pengering yang meliputi dimensi ruang pengering dan kapasitas pengeringan. Uji teknis meliputi kecepatan aliran udara, kecepatan minimum fluidisasi, suhu, waktu pengeringan, dan efisiensi ruang pengering. Ruang pengering berbentuk silinder dengan diameter 40 cm, tinggi 200 cm, dan luas alas 0,1256 m2. Kapasitas alat pengering Fluidized Bed sebelum Scale Up adalah 4 kg dan kapasitas setelah Scale Up sebesar 8 kg. Kecepatan aliran udara yang melewati ruang pengering adalah 3 m/s. Sebaran suhu selama proses pengeringan berkisar antara 40-50℃ dan 50-60℃. Berdasarkan hasil penelitian semakin banyak massa yang dikeringkan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan bahan tersebut. Efisiensi ruang pengering yang paling besar terdapat pada kisaran suhu 50-60℃ dengan nilai 94,04%. Kata kunci: fluidized bed, scale up, uji teknis
SOSIALISASI ZERO WASTE DI DESA KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Zulhan Widya Baskara; Zulfikar, Wahyudi; Widhiantari, Ida Ayu; Dwi Putra, Guyup Mahardian; Muttalib, Surya Abdul; Hidayat, Agriananta Fahmi; Baskara, Zulhan Widya
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i1.64

Abstract

Sampah menjadi persoalan tersendiri di desa Kediri Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat. Hal ini dikarenakan tiap harinya di Lomboka Barat mencapai 175, 4 ton produksi sampah, namun kemampuan pengelolaan hanya ada 60.83%, Sebanyak 101,76 ton atau 58,01% diangkut diangkut ke  tempat pembuangn akhir. Kemudain 2,82% diolah dengan pola 3R.  Dari sekian banyak di antaranya merupakan sampah Organik, Sampah Anorganik dan sampah 9,95% sampah yang sulit terurai berupa sampah plastic dan sampah B3. Adanya peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam pengelolaan sampah maka pembekalan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah perlu digalakkan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi diwilayah tersebut belum sepenuhnya memiliki pengetahuan mengenai konsep Zero Waste serta minimnya ketrampilan dalam pengelolaan sampah Organik, sampah Anorganik, dan Sampah B3, sehingga pengelolaan sampah tidak maksimal. Adapun tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) Membekali pengetahuan masyarakat umumnya mengenai konsep Zero Waste dengan penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduse, Reuse, Recycle, Rot). (2) Memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah, (3) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatan sampah. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan materi berupa; (1)Pengenalan tentang zerowaste (2) Pengenalan Produk Hasil dengan 5R (3) Pengenalan peralatan untuk pengolahan sampah dengan Prinsip 5R.Hasil kegitan menunjukkan bahwa masyarakat yang hadir telah mendapat pengetahuan dan wawasan tentang Zero Watse, Pengolahan sampah dengan prinsip 5R yang dapat mengatasi masalah limbah rumah tangga dan mengubah limbahh tersebut menjadi berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi. Sehinga secara luas dapat mengatasi masalah sampah di Desa Kediri, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.
Variasi Bentuk Penampang Saluran yang Sesuai untuk Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L.) pada Hidroponik Sistem NFT Ansar, Ansar; Sukmawaty, Sukmawaty; Putra, Guyup Mahardian Dwi; Mawarni, Baiq Desy Eka
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.02.04

Abstract

Agricultural land is always reduced due to the transfer of functions that continue to occur at any time. The solution to overcome this problem is to apply hydroponic agricultural cultivation. The purpose of this study was to examine the effect of variations of cross-sectional shape that to suitable for the growth of red spinach (Amarantus tricolor L.) on the hydroponic NFT (Nutrient Film Technique) system. The research parameters observed were cross-sectional area, velocity and flowrate, plant height, and number of leaves. The research data were analyzed using analysis of variance at a significance level of 5%. The results showed that the cross section of the channel that was most suitable for the growth of red spinach plants was trapezium because it had the best plant growth results compared to the semicircular and rectangular cross section. The results of this study need to be disseminated so that farmers can apply the hydroponic method of the NFT system to produce red spinach that is suitable for consumption.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Biomassa Sebagai Bahan Pembuat Briket Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati; Asih Priyati; Sirajuddin Haji Abdullah
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Gema Ngabdi
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v1i2.15

Abstract

Garbage seems like an unfinished problem in Indonesia, including in Mataram, West Nusa Tenggara. This study aims to reduce organic waste by change it into briquette products that provide benefits value. The method used was distribution of questionnaires, discussions, and practices on how to process organic waste. After this activity, the people become more understands how to treat organic waste and able to use the waste as briquettes
Rancang Bangun Sistem Sortasi Kematangan Buah Semi Otomatis Berbasis Arduino Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati; Sumarjan Sumarjan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3064.599 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n1.6

Abstract

Paprika (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas. Akhir-akhir ini paprika menjadi tanaman sayuran berpotensi karena semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi paprika sebagai pelengkap bahan masakan. Perubahan pola konsumsi memberikan peluang besar bagi pasar lokal maupun ekspor. Salah satu daerah penghasil paprika adalah Nusa Tenggara Barat, dimana paprika menjadi komoditi andalan bagi hotel dan restoran yang jumlahnya semakin meningkat sehingga kebutuhan juga semakin bertambah. Kualitas paprika untuk hotel dan restoran tentunya harus memenuhi standar yang telah ditetapkan seperti tingkat kematangan buah. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun alat sortasi kematangan buah semi otomatis berbasis arduino. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menganalis rancangan struktural dan rancangan fungsional dari sistem sortasi. Alat yang digunakan adalah mikrokontroller arduino UNO REV3, sensor warna TCS 3200, LCD 16x2, power supply, motor servo. Sistem sortasi dirancang dengan prinsip mendeteksi nilai Red Green Blue (RGB) buah paprika menggunakan sensor, data nilai selanjutnya diolah oleh mikrokontroller untuk ditampilkan di LCD dan secara bersamaan menggerakkan portal yang terhubung dengan motor servo. Portal bergerak jika buah matang dan sebaliknya tetap tertutup jika buah mentah. Hasil yang diperoleh bahwa alat sortasi semi otomatis mampu memberikan tingkat keberhasilan 93,3% dalam membedakan buah paprika matang (merah dan kuning) dari buah mentah (hijau).Kata kunci: arduino, paprika, sistem sortasi, tingkat kematangan
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PENGEMAS KEDELAI SEMI OTOMATIS Guyup Mahardhian Dwiputra; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.516 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.1

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, akhir - akhir ini bidang elektronika mengalami kemajuan yang pesat. Hampir peralatan elektronik di buat dengan canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia. Penelitian ini bertujuan merancang bangun alat alat sistem kendali pengemas kedelai semi otomatis. Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan desain struktural dan fungsional sistem kendali. Alat yang digunakan antara lain sensor load cell, modul HX711, LCD, arduino UNO sedangkan bahan yang digunakan adalah campuran kedelai dengan ragi tempe. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem ini mampu membaca massa benda dengan akurat dengan standar devaiasi 6,4  dan dapat di baca melalui LCD. Sistem pengendalian juga telah bekerja dengan baik sesuai dengan set poin yang telah ditetapkan sebesar 3 kg pintu hopper akan tertutup.
INTRODUKSI ALAT PENGERING TIPE RAK BERPUTAR SEBAGAI UPAYA MEMPERCEPAT PROSES PENGERINGAN HASIL PETANIAN Sukmawaty Sukmawaty; Asih Priyati; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Diah Ajeng Setiawati; Sirajuddin Haji Abdullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 3, No. 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.339 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v3i1.921

Abstract

Abstrak: Pengeringan didefinisikan sebagai proses pemindahan air dengan menggunakan panas dan aliran udara untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang penerapan teknologi pengeringan, sehingga membantu mahasiswa menentukan minat studi pada awal semester 5. Sebanyak 40 mahasiswa terlibat dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan 80% mahasiswa lebih memahami aplikasi proses pengeringan secara keseluruhan, dari awal hingga akhir proses.Abstract:  Drying is a process to remove water using heat and air flow, in order to prevent or inhibit the growth of fungi and bacteria. The purpose of this activity was to increase student’s understanding of drying technology application, that would help the student to determine their study interest in early of the 5th semester. As many as 40 students were involved in this activity. The results of this activity showed approximately 80% students have a better understanding regarding the application of the overall drying process, from the beginning to the final process.
ANALISIS PERSENTASE PENAMBAHAN PUPUK KANDANG (Kotoran Sapi) DAN LIMBAH TAHU DALAM PEMBUATAN BIOGAS Muhammad Fitrah Fitrah; Budy Wiryono; Guyup Mahardian DP; Asmawati Asmawati
Jurnal Agrotek Ummat Vol 5, No 1 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.396 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v5i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase penambahan Kotoran Sapi (kotoran sapi) dan limbah tahu yang tepat dalam pembuatan biogas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan laboratorium. data hasil penelitian diolah dengan analisis keragaman (analisys of variance) pada taraf 5 % dan jika ada perlakuan yang berpengaruh secara nyata, dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan K1 dengan persentase campuran (Air 1,5 L + Limbah Tahu 1,5 kg + Kotoran Sapi 1 kg), yaitu, jumlah waktu pembentukan gas pada hari ke 3, jumlah gas yang dihasilkan 52,15 mm3, nilai pH 6,28, nilai suhu 30.97 oC dan nilai tekanan 100,32 Pa.This study aims to to know the percentage the addition of cow dung ( dirt cattle ) and waste know proper in the manufacture of biogas . The data the results of the study that it is processed from the analysis the diversity of ( analisys of variance ) the first 5 % and if there is a of being treated with influence significantly , when top flight sides enter by test bnt the first 5 %. Of being treated with best obtained the fire victims in k1 treatment being handed out with the percentage of a mixture of ( water 1,5 l + any type of waste you know 1,5 kg + you have cow manure 1 kg ) , pt pgn promised to supply , the amount of time the formation of gas on the th day of 3 , the amount of a gas that is produced 52,15 mm3 , ph values 6,28 , the value of the temperature of 30.97 oc network and value of pressure 100,32 pa.
RANCANG BANGUN PENGENDALI IKLIM MIKRO PADA RUMAH TANAMAN BERBASIS MIKROKONTROLER Diah Ajeng Setiawati; Joko Sumarsono; Asih Priyati; Guyup Mahardhian Dwi Putra; Muhammad Nasarudin
Jurnal Agrotek Ummat Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v8i1.4032

Abstract

Control of temperature and humidity of air in plant houses which is microclimate control is necessary to do for optimal plant growth.  The purpose of this research is to design and test the performance of microclimate control and monitoring systems in plant houses. Research tools and materials include plant houses, Arduino microcontrollers, DHT22 sensors, RTC DS3231, TFT LCD 128×64 12864, DC Pumps, 0.2 mm nozzles, relays, SD card modules, and exhaust fans. The method used is an experimental method of using a water misting system to control the temperature and humidity of the air. From the results obtained, the microclimate control design can work automatically assisted by DHT22 sensors. When the air temperature reaches > 29°C, the active air wasting fan releases hot air. Whereas when air humidity drops to <80%, active air humidifiers increase air humidity.
Co-Authors - Murad, - Abdullah, Sirajuddin H. Afni, Nur' Akhmad Sukri Amaliah, Wenny Amuddin Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Asih Priyati Asmawati Asmawati Attamimy, Haikal Cahyawan Catur Edi Margana De Side, Gagassage Nanaluih Destiana Adinda Putri Devi Risdianti Dewi, Endang Purnama Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati Diah Ajeng Setiawati, Diah Ajeng Elya Antariksana Bachmida Elya Antariksana Bachmida Endang Purnama Dewi Erni Martiani, Erni Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fakhrul Irfan Khalil Fuad Sauqi Isnain Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Gagassage Nanaluih De Side Hadi, Agus Purbathin Hanifa Hartuti Hardi Kurniawan, Nanda Haslina Ahmad Hidayat, Agriananta Fahmi Hirjani Hirjani Hunaepi, Hunaepi Husnita Komalasari Huswatun Ida Lailatun I Wayan Sweca Yasa Ika Nurani Dewi Isnaini Puspitasari Joko Sumarsono Joko Sumarsono Junendri Ardian Kurniadin Abd Latif Kurniawan, Hary Lalu Muhammad Ariandi M. Azhar Mustafid Made Gendis Putri Pertiwi Mawarni, Baiq Desy Eka Medi Sopian Asmana Miraj Fuadi Mi’raj Fuadi Muhammad Ahzani Muhammad Fitrah Fitrah Muhammad Mujahid Dakwah Muhammad Nasarudin Murad Murad Murad Murad Mustawa - Naufali, M. Nizhar Ni Kadek Elvin Artika Nia Kurniati Nur Afni Nurul Cahya Novianti Pertama OKI SAPUTRA Opan Sopiandi Ependi Primawati, Sri Nopita Qabul Dinanta Utama Rahmat Sabani Rahmat Sabani Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Reza Kusuma Nurrohman Rifqi Hammad Safinatul Aulia Sani, Nurwan Satrijo Saloko Satrijo Saloko Setyaning Pawestri Sholihin, Ibadias Sirajuddin Abdullah Sirajuddin H. Abdullah Sirajuddin Haji Abdullah Sopiyan Iqbal Sri Hartini Sri Hartini sukmawaty - Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty Sukmawaty, Sukmawaty sumarjan - Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sumarjan Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib Surya Abdul Muttalib, Surya Abdul Suryadi - Syamsurrijal, Syamsurrijal Taufiq Hidayat Umam, Elpanrizkon Wahyu Kristian Sugandi Wahyudi Zulfikar Wan Rosli Bin Wan Ishak Wenny Amaliah Wenny Amaliah Wenny Amaliah Widhiantari, Ida Ayu Wiharyani Werdiningsih Wiharyani Werdiningsih Wijaya, Andre Windy Anindya Dwi Herdiana Wiryono, Budy Wiwin Apriyanditra Yuhendra AP Zamzami, Muhammad Ilham Zulfikar, Wahyudi Zulhan Widya Baskara Zulpayatun -