Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 11 No. 3 (2026): September

Inovasi Keripik Pisang dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis SDGs di Desa Anggaloosi, kecamatan ladongi, kabupaten kolaka timur

Hamid, Vira (Unknown)
Triputri, Yesci (Unknown)
Layuk, Harlin Tangke (Unknown)
Rahim, Ramzy (Unknown)
Maulinda, Maulinda (Unknown)
Alfirasari, Reva (Unknown)
Mariano, Kadek (Unknown)
Handayani, Wilda (Unknown)
Elda, Elda (Unknown)
Nurhidayati, Nurhidayati (Unknown)
Ashal, Fitri (Unknown)
Hamsiana, Hamsiana (Unknown)
Pracita, Sriayu (Unknown)
Putri, Yesci (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi pisang sebagai salah satu hasil bumi lokal di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, yang umumnya dijual secara langsung dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan dengan variasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan pisang menjadi keripik dengan varian rasa cokelat dan gula merah serta memberikan edukasi mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas 10 aparatur desa dan 25 anggota masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, daftar hadir, dan lembar evaluasi sederhana dengan indikator pengetahuan pengolahan keripik, keterampilan praktik, pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang, minat pengembangan produk sebagai peluang usaha, dan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan pada beberapa indikator setelah kegiatan. Pengetahuan mengenai pengolahan keripik meningkat dari 18 peserta (51,4%) yang telah mengetahui sebelum kegiatan menjadi 35 peserta (100%) setelah kegiatan. Minat mengembangkan produk sebagai peluang usaha meningkat dari 15 peserta (42,9%) menjadi 30 peserta (85,7%), sedangkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik meningkat dari 25 peserta (71,4%) menjadi 35 peserta (100%). Pada aspek keterampilan, seluruh peserta mengikuti praktik pembuatan keripik dengan varian rasa yang diperkenalkan. Pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan pupuk organik juga meningkat dari 30 peserta (85,7%) menjadi 35 peserta (100%). Namun, pemanfaatan kulit pisang dalam kegiatan ini masih terbatas pada tahap edukasi dan belum mencakup praktik pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan menunjukkan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengetahuan, pengalaman praktik pengolahan produk, minat pengembangan usaha, dan kesadaran pengelolaan limbah, sementara dampak ekonomi dan keberhasilan produksi pupuk organik memerlukan pendampingan serta evaluasi lebih lanjut. Banana Chip Innovations and Education on Banana Peel Waste Utilization as Efforts to Strengthen SDG-Based Community Capacity in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency Abstract This community service activity was motivated by the potential of bananas as a local produce in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency, which are generally sold directly and have not been widely developed into processed products with variations. This activity aimed to strengthen community capacity through the innovation of processing bananas into chips with chocolate and palm sugar flavor variants, as well as providing education on the potential use of banana peel waste as organic fertilizer material. The activity was conducted in one day and involved 35 participants, consisting of 10 village officials and 25 community members. The implementation methods included counseling, demonstrations, direct practice, and mentoring. Evaluation was carried out through observation, documentation, attendance sheets, and simple evaluation sheets with indicators covering knowledge of chip processing, practical skills, knowledge regarding the use of banana peels, interest in product development as a business opportunity, and awareness of organic waste management. The evaluation results showed changes in several indicators following the activity. Knowledge regarding chip processing increased from 18 participants (51.4%) who already knew prior to the activity to 35 participants (100%) after the activity. Interest in developing the product as a business opportunity increased from 15 participants (42.9%) to 30 participants (85.7%), while awareness of organic waste management increased from 25 participants (71.4%) to 35 participants (100%). In the skills aspect, all participants engaged in the practical making of chips with the introduced flavor variants. Knowledge regarding the use of banana peels as organic fertilizer material also increased from 30 participants (85.7%) to 35 participants (100%). However, the utilization of banana peels in this activity was still limited to the educational stage and did not yet include the practical production of organic fertilizer. Thus, the activity demonstrated a strengthening of community capacity in terms of knowledge, practical product processing experience, business development interest, and waste management awareness, while the economic impact and success of organic fertilizer production require further assistance and evaluation.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

linov

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Social Sciences

Description

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and ...