Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Corporate Governance Terhadap Manajemen Pajak Pada Perusahaan Sub Sektor Kosmetik dan Barang Kebutuhan Rumah Tangga yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pracita, Sriayu; Surianti, Kadek; Sahlan, Fahmi
JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Auditing) Vol. 4 No. 2 (2023): JAKA (Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Auditing)
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56696/jaka.v4i2.9704

Abstract

This research aims to determine the influence of management compensation, independent commissioners, and audit committees on tax management. Sample selection used the judgment sampling method with a total of 5 companies in the Cosmetic and Household Needs Sub-Sector listed on the Indonesia Stock Exchange that met the criteria. The analysis method in this study is panel data regression analysis. The research results indicate that the management compensation variable has a significant positive effect on tax management, independent commissioners have a significant positive effect on tax management, and the audit committee variable has a significant positive effect on tax management. Additionally, collectively, the variables of management compensation, independent commissioners, and audit committees have a significant positive effect on tax management.
Membangun Desa Sehat: Peran Aparat Pemerintahan Dalam Mencegah Stunting di Desa Palewai Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Saguni, Dewi Sulfa; Djabbari, Muhammad Hidayat; Widyawati, Widyawati; Kurniadi, Hanif; Pracita, Sriayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6014

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Desa Palewai di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi tantangan tinggi terkait angka stunting. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam mencegah stunting melalui pendekatan partisipatif dan edukatif. Melalui serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari observasi, identifikasi masalah, hingga pelatihan dan pendampingan aparat desa, diharapkan dapat memperkuat peran mereka dalam merancang dan melaksanakan program pencegahan stunting yang responsif terhadap masalah gizi dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa dapat meningkatkan pemahaman tentang stunting dan memperbaiki koordinasi lintas sektor, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan prevalensi stunting di desa tersebut. Program ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan desa yang bebas dari stunting. Kesimpulannya, penguatan kapasitas kelembagaan desa melalui pelatihan dan penyusunan rencana aksi yang terintegrasi adalah langkah efektif dalam penanggulangan stunting, yang harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk mencapainya.
Simple Financial Report and Assistance in the Framework of Improving Financial Literacy of MSME Actors in Tirawuta Village Bay, Agus Zul Bay; Astaginy, Niar; Pracita, Sriayu; Fetni, Fetni; Fajri Adi, Qadaruddin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM menjadi salah satu penunjang terwujudnya perekonomian yang kuat dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal tersebut disebabkan UMKM merupakan salah satu usaha yang dapat tetap bertahan dalam kondisi ekonomi yang kurang baik. UMKM yang berkelanjutan tentunya didukung dengan sistem manajemen keuangan yang baik dalam wujud pengelolaan keuangan yang baik. Salah satu wujud manajemen keuangan yang dilakukan adalah melalui pencatatan transaksi keuangan. Pencatatan transaksi dapat diwujudkan dengan membuat suatu pembukuan sederhana. Pelatihan dan pendampingan pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan kesadaran bagi pelaku UMKM tentang manfaat pentingnya pengelolaan keuangan melalui pembuatan laporan keuanagan (pembukuan sederhana). Pelatihan dan pendampingan ini mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam Menyusun rencana dan pengambilan keputusan untuk kemajuan UMKM yang berkelanjutan. Kegiatan ini berkoordinasi dengan pemerintah Desa Tirawuta Kab. Kolaka Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM berupa literatur review dan pendekatan langsung pembuatan pembukuan sederhana. Kegiatan ini membuat pelaku UMKM menyadari bahwa laporan keuangan dapat memberikan wawasan tentang keadaan aktual usaha dan juga dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis. dari kegiatan ini ditemukan beberapa pelaku UMKM telah memiliki kemampuan membuat pembukuan sederhana dengan membedakan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang manajemen keuangan pelaku UMKM sehingga dengan terlaksananya kegiatan ini mampu menumbuhkan pemahaman dan motivasi pelaku UMKM akan pentingnya pembukuan sederhana dalam manajemen keuangan.
Inovasi Keripik Pisang dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis SDGs di Desa Anggaloosi, kecamatan ladongi, kabupaten kolaka timur Hamid, Vira; Triputri, Yesci; Layuk, Harlin Tangke; Rahim, Ramzy; Maulinda, Maulinda; Alfirasari, Reva; Mariano, Kadek; Handayani, Wilda; Elda, Elda; Nurhidayati, Nurhidayati; Ashal, Fitri; Hamsiana, Hamsiana; Pracita, Sriayu; Putri, Yesci
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6700

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi pisang sebagai salah satu hasil bumi lokal di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, yang umumnya dijual secara langsung dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan dengan variasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan pisang menjadi keripik dengan varian rasa cokelat dan gula merah serta memberikan edukasi mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas 10 aparatur desa dan 25 anggota masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, daftar hadir, dan lembar evaluasi sederhana dengan indikator pengetahuan pengolahan keripik, keterampilan praktik, pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang, minat pengembangan produk sebagai peluang usaha, dan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan pada beberapa indikator setelah kegiatan. Pengetahuan mengenai pengolahan keripik meningkat dari 18 peserta (51,4%) yang telah mengetahui sebelum kegiatan menjadi 35 peserta (100%) setelah kegiatan. Minat mengembangkan produk sebagai peluang usaha meningkat dari 15 peserta (42,9%) menjadi 30 peserta (85,7%), sedangkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik meningkat dari 25 peserta (71,4%) menjadi 35 peserta (100%). Pada aspek keterampilan, seluruh peserta mengikuti praktik pembuatan keripik dengan varian rasa yang diperkenalkan. Pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan pupuk organik juga meningkat dari 30 peserta (85,7%) menjadi 35 peserta (100%). Namun, pemanfaatan kulit pisang dalam kegiatan ini masih terbatas pada tahap edukasi dan belum mencakup praktik pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan menunjukkan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengetahuan, pengalaman praktik pengolahan produk, minat pengembangan usaha, dan kesadaran pengelolaan limbah, sementara dampak ekonomi dan keberhasilan produksi pupuk organik memerlukan pendampingan serta evaluasi lebih lanjut. Banana Chip Innovations and Education on Banana Peel Waste Utilization as Efforts to Strengthen SDG-Based Community Capacity in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency Abstract This community service activity was motivated by the potential of bananas as a local produce in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency, which are generally sold directly and have not been widely developed into processed products with variations. This activity aimed to strengthen community capacity through the innovation of processing bananas into chips with chocolate and palm sugar flavor variants, as well as providing education on the potential use of banana peel waste as organic fertilizer material. The activity was conducted in one day and involved 35 participants, consisting of 10 village officials and 25 community members. The implementation methods included counseling, demonstrations, direct practice, and mentoring. Evaluation was carried out through observation, documentation, attendance sheets, and simple evaluation sheets with indicators covering knowledge of chip processing, practical skills, knowledge regarding the use of banana peels, interest in product development as a business opportunity, and awareness of organic waste management. The evaluation results showed changes in several indicators following the activity. Knowledge regarding chip processing increased from 18 participants (51.4%) who already knew prior to the activity to 35 participants (100%) after the activity. Interest in developing the product as a business opportunity increased from 15 participants (42.9%) to 30 participants (85.7%), while awareness of organic waste management increased from 25 participants (71.4%) to 35 participants (100%). In the skills aspect, all participants engaged in the practical making of chips with the introduced flavor variants. Knowledge regarding the use of banana peels as organic fertilizer material also increased from 30 participants (85.7%) to 35 participants (100%). However, the utilization of banana peels in this activity was still limited to the educational stage and did not yet include the practical production of organic fertilizer. Thus, the activity demonstrated a strengthening of community capacity in terms of knowledge, practical product processing experience, business development interest, and waste management awareness, while the economic impact and success of organic fertilizer production require further assistance and evaluation.