Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF DESCRIPTIVE TEXT BY USING TEACHER’S SCAFFOLDING Elda, Elda; Apriliaswati, Rahayu; Rezeki, Yanti Sri
Journal of English Education Program Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : FKIP - Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jeep.v3i1.48620

Abstract

This classroom action research aimed to improve student’s reading comprehension of descriptive text by using the teacher’s scaffolding, especially in the aspect of vocabulary, finding the detailed information and main idea, determining pronoun reference, and using correct language features. This research was conducted in three cycles, with 32 students of the VII E class in SMP Negeri 03 Sungai Raya as the subject. The collected data were qualitative and quantitative data. The qualitative data were gathered from the observation checklist and field notes, and the quantitative data were collected from the reading test. The findings showed that the use of teacher’s scaffolding in teaching reading comprehension text was encouraged students to determine the language features and pronoun reference, completing the detailed information and main idea and, increasing students’ vocabulary. The students became more active, enthusiastic, motivated and, confident in the reading comprehension class. The students enjoyed reading descriptive text and followed the learning activities. Based on the quantitative data, the students’ score of cycle 1 was 65,59, increased to 78,84 in the second cycle and 83 in the third cycle.
CLIMATE DEVELOPMENT AND CORPORATE ORGANIZATIONAL COMMUNICATION SATISFACTION TOWARD EMPLOYEE PERFORMANCE IMPROVEMENT Elda, Elda; Lubis, Muya Syaroh Iwanda; Nurhayati, Nurhayati
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 3, No 2 (2022): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v3i2.2970

Abstract

ABSTRACTEmployee performance in a company or agency organization must be demanded because with performance, existing human resources will have innovations related to improving quality as a symbol Because productivity is the result of a continuous process that begins with the operationalization of a company or an institution, consideration of human capital has a special place in the organization of a company or an institution. the use of effective communication is allegedly able to create communication satisfaction among employees because it reduces the distortion of conveying information that is not necessary. So that when examined in more depth, the organizational communication climate in the company can create organizational communication satisfaction, namely being able to use effective communication which will later act as an instrument in improving employee performance in maximizing their potential in the development and progress of the company.Keywords: Climate Development, Corporate Organizational, Communication Employee
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Tanaman Cabai Rawit Menggunakan Metode Teorema Bayes Berbasis Android Asmira, Asmira; Inggi, Rahmat; Bakrim, La Ode; Elda, Elda
Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 10 No 1 (2025): Vol 10 No 1 - 2025
Publisher : STIMIK Bina Bangsa Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51717/simkom.v10i1.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar diagnosis penyakit pada tanaman cabai rawit. Sistem pakar merupakan suatu sistem yang berisi pengetahuan seorang pakar yang diterapkan untuk aktivitas dalam memecahkan masalah. Hal yang menjadi kendala dalam mendiagnosis penyakit cabai rawit adalah kurangnya bimbingan dan penyuluhan terkait budidaya tanaman cabai rawit maupun penanganan terhadap serangan penyakit serta kurangnya tenaga ahli untuk melakukan konsultasi. Sehingga diperlukan adanya suatu metode untuk membantu memecahkan masalah tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Teorema Bayes. Bahasa pemrograman mobile yang digunakan untuk membuat sistem pakar daignosis penyakit cabai rawit berbasis Android yaitu bahasa pemrograman Java dengan menggunakan MySQL sebagai database. Sumber pengetahuan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 8 jenis penyakit dan 36 total gejala dengan 8 dataset sebagai basis pengetahuan sistem. Berdasarkan hasil pembahasan dan perhitungan didapatkan hasil persentase pengujian akurasi diagnosa antara pakar dengan sistem adalah 80%.
Cultural Shifts in Maranggap among the Batak Community: The Impact of Christianity and Modernization Ambarita, Jenri; Simanihuruk, Sudirman; Siahaya, Agusthina; Elda, Elda
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 10, No 1 (2025): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v10i1.3207

Abstract

The Maranggap tradition in Batak Toba society carries deep social and traditional medical values. This ethnographic qualitative research examines the changes and continuities of Maranggap in the face of Christian influences and modernization, as well as their impact on collective identity and social cohesion. The study was conducted over six months (January–June 2024) in Humbang Hasundutan, Sidikkalang, Girsang Sipangan Bolon, and Tanah Jawa. Data were collected through in-depth interviews with customary leaders, religious figures, and community members, as well as participatory observation. Thematic analysis was used to identify key patterns and themes. Findings reveal that in Girsang Sipangan Bolon and Tanah Jawa, Maranggap has been replaced by Christian-style thanksgiving rituals, while in Humbang Hasundutan and Sidikkalang, it is still practiced with modifications. Christian influences are reflected in the use of prayers, hymns, and new interpretations of traditional elements. Modernization has led to changes in food offerings, event organization through digital platforms, and a decline in the role of traditional birth attendants due to medical regulations. However, traditional health practices—such as marbara (smoke healing) and the use of betel leaves, turmeric, and ginger—remain relevant. The integration of traditional and modern medical knowledge is growing, and technology aids in preserving and disseminating Maranggap’s health-related wisdom. This study highlights how traditional values adapt within shifting religious and contemporary contexts, and the ongoing challenge of sustaining cultural identity in a transforming society.
KASUS ETNIS ROHINGYA DIHUBUNGKAN DENGAN YURIDIKSI INTERNATIONAL CRIMINAL COURT TERKAIT PENYELESAIAN KONFLIK DENGAN PERSPEKTIF HUKUM INTERNATIONAL Elda, Elda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis yurisdiksi International Criminal Court (ICC) dalam penyelesaian kasus Rohingnya dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi ICC. Menggunakan pendekatan hukum normatif, penelitian ini fokus pada peraturan perundang-undangan internasional dan studi kasus. Sumber bahan hukum utamanya berasal dari Statuta Roma 1998, dengan teknik pengumpulan bahan hukum melalui penelitian perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yurisdiksi ICC dalam kasus Rohingnya mencakup Personal Jurisdiction, Material Jurisdiction, Temporal Jurisdition, dan Territorial Juridiction. ICC juga menggunakan Humanitarian Action dan Human Security untuk memastikan keamanan warga Rohingnya. Hambatan utama melibatkan tidak diakui status kewarganegaraan etnis Rohingnya oleh pemerintah Myanmar, yang menganggap mereka sebagai imigran ilegal. Prinsip Non-Intervensi di ASEAN juga menjadi hambatan, dengan ketidakizinan campur tangan organisasi internasional atau negara asing dalam masalah internal Myanmar. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kompleksitas hukum dan politik yang mempengaruhi upaya penyelesaian kasus Rohingnya oleh ICC.
Aku yang Terluka: Eksplorasi Faktor-faktor Penurunan Self-Esteem pada Korban Cyberbullying Elda, Elda; Ramadhan, Yoga Achmad; Umaroh, Siti Khumaidatul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1301

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat memunculkan berbagai bentuk interaksi digital sekaligus risiko munculnya cyberbullying. Korban cyberbullying kerap mengalami dampak psikologis serius, salah satunya penurunan self-esteem. Self-esteem rendah berpengaruh pada cara individu memandang dirinya, kemampuan adaptasi, serta kualitas relasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan self-esteem pada korban cyberbullying. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap dua partisipan utama (GS 21 tahun dan AN 20 tahun), disertai wawancara significant other untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan penurunan self-esteem dipengaruhi faktor internal seperti pikiran negatif, self-blame, perasaan tidak berharga, citra tubuh negatif, serta penarikan diri sosial, dan faktor eksternal seperti perundungan daring berulang, tekanan sosial digital, dan minimnya dukungan emosional. Partisipan yang memperoleh dukungan sosial memadai menunjukkan pemulihan self-esteem lebih cepat dibandingkan yang tidak mendapat dukungan. Kesimpulannya, penurunan self-esteem korban cyberbullying tidak hanya ditentukan oleh intensitas perundungan, tetapi juga proses internalisasi stigma, regulasi emosi, dan kualitas dukungan sosial yang diterima.
Inovasi Keripik Pisang dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis SDGs di Desa Anggaloosi, kecamatan ladongi, kabupaten kolaka timur Hamid, Vira; Triputri, Yesci; Layuk, Harlin Tangke; Rahim, Ramzy; Maulinda, Maulinda; Alfirasari, Reva; Mariano, Kadek; Handayani, Wilda; Elda, Elda; Nurhidayati, Nurhidayati; Ashal, Fitri; Hamsiana, Hamsiana; Pracita, Sriayu; Putri, Yesci
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6700

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi pisang sebagai salah satu hasil bumi lokal di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, yang umumnya dijual secara langsung dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan dengan variasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan pisang menjadi keripik dengan varian rasa cokelat dan gula merah serta memberikan edukasi mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas 10 aparatur desa dan 25 anggota masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, daftar hadir, dan lembar evaluasi sederhana dengan indikator pengetahuan pengolahan keripik, keterampilan praktik, pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang, minat pengembangan produk sebagai peluang usaha, dan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan pada beberapa indikator setelah kegiatan. Pengetahuan mengenai pengolahan keripik meningkat dari 18 peserta (51,4%) yang telah mengetahui sebelum kegiatan menjadi 35 peserta (100%) setelah kegiatan. Minat mengembangkan produk sebagai peluang usaha meningkat dari 15 peserta (42,9%) menjadi 30 peserta (85,7%), sedangkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik meningkat dari 25 peserta (71,4%) menjadi 35 peserta (100%). Pada aspek keterampilan, seluruh peserta mengikuti praktik pembuatan keripik dengan varian rasa yang diperkenalkan. Pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan pupuk organik juga meningkat dari 30 peserta (85,7%) menjadi 35 peserta (100%). Namun, pemanfaatan kulit pisang dalam kegiatan ini masih terbatas pada tahap edukasi dan belum mencakup praktik pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan menunjukkan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengetahuan, pengalaman praktik pengolahan produk, minat pengembangan usaha, dan kesadaran pengelolaan limbah, sementara dampak ekonomi dan keberhasilan produksi pupuk organik memerlukan pendampingan serta evaluasi lebih lanjut. Banana Chip Innovations and Education on Banana Peel Waste Utilization as Efforts to Strengthen SDG-Based Community Capacity in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency Abstract This community service activity was motivated by the potential of bananas as a local produce in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency, which are generally sold directly and have not been widely developed into processed products with variations. This activity aimed to strengthen community capacity through the innovation of processing bananas into chips with chocolate and palm sugar flavor variants, as well as providing education on the potential use of banana peel waste as organic fertilizer material. The activity was conducted in one day and involved 35 participants, consisting of 10 village officials and 25 community members. The implementation methods included counseling, demonstrations, direct practice, and mentoring. Evaluation was carried out through observation, documentation, attendance sheets, and simple evaluation sheets with indicators covering knowledge of chip processing, practical skills, knowledge regarding the use of banana peels, interest in product development as a business opportunity, and awareness of organic waste management. The evaluation results showed changes in several indicators following the activity. Knowledge regarding chip processing increased from 18 participants (51.4%) who already knew prior to the activity to 35 participants (100%) after the activity. Interest in developing the product as a business opportunity increased from 15 participants (42.9%) to 30 participants (85.7%), while awareness of organic waste management increased from 25 participants (71.4%) to 35 participants (100%). In the skills aspect, all participants engaged in the practical making of chips with the introduced flavor variants. Knowledge regarding the use of banana peels as organic fertilizer material also increased from 30 participants (85.7%) to 35 participants (100%). However, the utilization of banana peels in this activity was still limited to the educational stage and did not yet include the practical production of organic fertilizer. Thus, the activity demonstrated a strengthening of community capacity in terms of knowledge, practical product processing experience, business development interest, and waste management awareness, while the economic impact and success of organic fertilizer production require further assistance and evaluation.