Pendidikan nonformal memiliki peran penting sebagai pelengkap pembelajaran formal, namun anak-anak di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang masih memiliki keterbatasan akses terhadap ruang belajar yang mendukung penguatan literasi, kreativitas, dan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar jam sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan kewirausahaan pendidikan (edupreneurship) melalui Program Rumah ASA sebagai ruang belajar nonformal bagi anak jenjang PAUD hingga SMP. Program dilaksanakan di TPQ Al-Hikmah selama 16 hari (28 Juni–12 Juli 2026) dengan sekitar 60 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok belajar sesuai jenjang pendidikan. Metode yang digunakan meliputi tahap observasi, perencanaan (penyusunan kurikulum, RPP, dan media pembelajaran), implementasi bimbingan belajar oleh 11 mahasiswa tutor dengan pendekatan drill, learning by doing, dan active learning, serta evaluasi berkelanjutan melalui presensi, pretest-posttest, dan observasi perkembangan peserta. Sebagai bentuk keberlanjutan, pengelolaan program diserahkan kepada guru bimbingan belajar lokal. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan motivasi, kreativitas, dan keaktifan anak, ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan kehadiran peserta, kepercayaan diri, keberanian bertanya, serta hasil belajar dibandingkan kondisi awal. Dukungan masyarakat, orang tua, dan TPQ Al-Hikmah turut memperkuat keberhasilan program, meskipun terdapat hambatan berupa perbedaan kemampuan akademik peserta dan keterbatasan ruang belajar yang diatasi melalui pengelompokan dan pengaturan kegiatan. Dapat disimpulkan bahwa Program Rumah ASA berhasil menjadi model implementasi kewirausahaan pendidikan yang meningkatkan kualitas pembelajaran anak sekaligus membangun keberlanjutan layanan pendidikan nonformal di Desa Bocek melalui pemberdayaan tutor lokal.
Copyrights © 2026