Perilaku bullying masih menjadi permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SD Negeri 1 Talang, terutama dalam bentuk ejekan menggunakan nama orang tua, body shaming, dan pengucilan yang sering dianggap sebagai candaan oleh siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anti-bullying pada siswa melalui edukasi interaktif, ice breaking, dan teknik Butterfly Hug. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang melibatkan kolaborasi aktif antara tim KKN dengan kepala sekolah dan guru. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan, dilanjutkan dengan edukasi interaktif berupa diskusi dan tanya jawab mengenai bentuk serta dampak bullying, dan diakhiri dengan teknik Butterfly Hug sebagai media refleksi emosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali berbagai bentuk bullying yang terjadi di lingkungan mereka dan mulai memahami bahwa perilaku yang dianggap candaan dapat menyakiti orang lain. Pada sesi Butterfly Hug, sejumlah siswa menunjukkan respons emosional dan secara sukarela menceritakan pengalaman terkait bullying yang sebelumnya belum diketahui oleh pihak sekolah. Kegiatan ini menunjukkan adanya indikasi peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa, meskipun belum dapat diukur secara kuantitatif karena tidak menggunakan pre-test dan post-test. Kombinasi edukasi interaktif, ice breaking, dan Butterfly Hug dinilai efektif sebagai pendekatan yang memadukan aspek kognitif dan emosional dalam upaya pencegahan bullying di sekolah dasar, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan
Copyrights © 2026