Penggunaan smartphone yang berlebihan pada remaja dapat berkembang menjadi perilaku adiktif dan berpotensi mengganggu aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat adiksi smartphone pada siswa SMK Buana Insan Kabupaten Bogor berdasarkan Smartphone Addiction Scale (SAS). Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 58 siswa kelas X, XI dan XII dari Program Keahlian Keperawatan dan Farmasi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan SAS yang terdiri atas enam indikator, yaitu daily-life disturbance, positive anticipation, withdrawal, cyberspace-oriented relationship, overuse dan tolerance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori adiksi sedang, yaitu 43 responden (74,1%), sedangkan 8 responden (13,8%) berada pada kategori tinggi dan 7 responden (12,1%) pada kategori rendah. Berdasarkan indikator, sebagian besar berada pada kategori sedang pada daily-life disturbance (65,5%), positive anticipation (56,9%), withdrawal (65,5%) dan overuse (53,4%). Indikator cyberspace-oriented relationship didominasi kategori rendah (51,7%), sedangkan tolerance didominasi kategori tinggi (43,1%). Hasil tersebut menunjukkan perlunya pengendalian penggunaan smartphone melalui dukungan sekolah, keluarga dan peningkatan kontrol diri siswa.
Copyrights © 2026