Papua memiliki keanekaragaman hayati, seperti spesies tanaman lokal, yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Saat ini terjadi hilangnya keanekaragaman hayati tanaman yang mengkhawatirkan, di mana sebagian besar spesies terancam kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku suplemen pembelajaran mata kuliah keanekaragaman hayati tanaman yang didasarkan pada identifikasi morfologi daun sagu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dan melibatkan 15 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku suplemen tersebut telah divalidasi oleh ahli materi (88,89%) dan ahli media (91,67%). Buku ini dinilai mudah digunakan dan menarik (menunjukkan tingkat kepraktisan yang tinggi), dengan tingkat respons mahasiswa mencapai 93,17%. Penggunaan buku pendamping ini meningkatkan pengetahuan mahasiswa, yang tercermin dari perolehan nilai rata-rata pasca pembelajaran sebesar 94,67. Sebelum menggunakan buku tersebut, nilai mahasiswa berkisar antara 50 hingga 80, yang mencerminkan beragamnya pemahaman awal mengenai konsep morfologi daun sagu. Setelah menggunakan buku tersebut, seluruh mahasiswa menunjukkan peningkatan nilai, dengan rentang nilai akhir antara 80 hingga 100. Peningkatan ini membuktikan bahwa buku suplemen efektif membantu mahasiswa memahami materi secara lebih mendalam, karena didukung oleh data penelitian morfologi daun sagu
Copyrights © 2026