Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang mengkhawatirkan di kalangan remaja. Secara global, jumlah penderita diabetes meningkat dari 200 juta (1990) menjadi 830 juta (2022). Di Indonesia, terdapat 19,5 juta penderita pada tahun 2024 dan diperkirakan mencapai 28,5 juta pada 2045. Prevalensi di Jawa Barat sebesar 1,7% dan Dinas Kesehatan Kota Bandung 875 kasus (2023). Rendahnya kesadaran remaja terhadap faktor risiko DMT2, mendorong perlunya strategi edukasi yang inovatif melalui media animasi edukatif. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media animasi edukatif terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang risiko dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di SMK 3 Pasundan Kelas 10 Kota Bandung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan praeksperimen one group pretest posttest. Populasi adalah siswa kelas 10 SMK 3 Pasundan sebanyak 55 orang. Sampel 45 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi video animasi edukatif tentang DMT2. Hasil: Sebelum intervensi, 42 responden (93,3%) berpengetahuan kurang dan 3 responden (6,7%) berpengetahuan cukup. Setelah intervensi, 27 responden (60%) berpengetahuan baik dan 18 responden (40%) berpengetahuan cukup. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan p-value <0,000 (p<0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media animasi edukatif terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang risiko dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di SMK 3 Pasundan Kelas 10 Kota Bandung Tahun 2026. Media animasi edukatif efektif sebagai metode edukasi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif remaja.
Copyrights © 2026